Selasa, 20 Desember 2011 – 15:27 WITA Telah dibaca 367 kali

Harap-harap Cemas Warga Koka

Warga desa Koka kecamatan Tombulu kabupaten Minahasa harap-harap cemas menantikan penyaluran minyak tanah menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru. Hal ini disebabkan karena penyaluran terakhir dilakukan di pangkalan daerah tersebut pada bulan November lalu dan hingga saat ini belum ada penyaluran. Setelah terakhir hanya dibatasi 4 liter per Kepala Keluarga (KK) yang tentunya dirasa tidak cukup oleh warga. Padahal warga sangat mengharapkan tersedianya Minyak Tanah yang sebenarnya di bulan ini justru membutuhkan mitan lebih dari biasanya karena akan membuat berbagai kue-kue natal dan masakan lainnya.

Meskipun sudah ada pembagian gas elpiji secara gratis beberapa waktu lalu toh masyarakat lebih memilih untuk menanti penyaluran Mitan yang entah kapan lagi akan ada di desa Koka. Hingga selasa, 13 Desember belum juga ada tanda-tanda tersedianya mitan di pangkalan desa Koka padahal hari raya sebagian besar warga desa Koka yakni Natal tinggal menghitung hari.

Biasanya kalau sudah ber-ber (bulan September,oktober,nopember,desember) sudah banyak persediaan kukis mantega (kue-kue kering untuk natal) yang dibuat warga, namun tahun ini masih banyak warga yang belum bisa membuat kue-kue natal dikarenakan susahnya mitan. Untuk dipergunakan memasak kebutuhan sehari-hari pun warga harus menghemat dengan cara menggunakan kayu bakar ataupun tempurung (batok kelapa) bila hendak memasak agar minyak tanah yang 4 liter hanya dipergunakan untuk masakan-masakan tertentu saja.

Sengsara memang, meski begitu warga masih enggan menggunakan gas elpiji yang sudah dibagikan waktu lalu. Mereka sangat mengharapkan mitan dapat diperoleh seperti sediakala. Mestinya ada kemudahan memperoleh mitan menjelang hari raya Natal dan Tahun Baru. Karena justru banyak hal yang akan dipersiapkan warga dalam rangka hari raya Natal.

Hingga menjelang seminggu perayaan Natal pun masih belum tampak adanya tanda-tanda mitan disalurkan di desa Koka. Warga khawatir tidak bisa menyiapkan makanan sesuai rencana pada Natal nanti, padahal Natal adalah moment yang penting untuk sanak-saudara, handai-taulan dan keluarga berkumpul sambil menikmati makanan dan kue-kue yang disiapkan yang sudah menjadi tradisi umat Kristen.