Selasa, 12 Februari 2013 – 19:39 WITA Telah dibaca 3112 kali

Inggrid Kansil Janji Bantu Pengembangan Kain Minahasa

Inggrid Maria Palupi Kansil, Anggota Komisi VIII DPR-RI berjanji akan mencari ibu angkat untuk kain pengembangan tenunan Minahasa. Janji dari isteri tercinta Menteri Koperasi dan UMKM RI Syarif Hassan tersebut disampaikan usai meninjau galeri kain tenunan bentenan di Sonder bersama Meneg Perencanaan Pembangunan Nasional/Ketua Bapenas, Armida Alsyabana dan kain tenunan Pinawetengan di Tompaso Baru, Minahasa, Selasa (12/2).

"Saya melihat khusus untuk kain Bentenan dan kain Pinawetengan sudah ada bapak angkatnya. Sementara kain Minahasa belum memiliki ibu angkatnya. Untuk itu dalam waktu dekat, saya akan mengusulkan ibu angkatnya dari kalangan dunia berbankan, kata Inggrid yang baru saja bergelar Muntia Sumenang Mahengke Nusa (Mutiara Cemerlang Pembangun Negeri), sebuah gelar adat Tulude yang diberikan masyarakat dan pemerintah Kabupaten Kepulauan Sitaro.

Menurut Putri Karangetang ini, kain tenunan Minahasa yang berada di desa Tataaran Satu, Minahasa merupakan kain tertua yang ada di tanah Toar Lumimuut dan sebagai salah satu aset daerah yang perlu ditunjang pelestariannya. "Sekaligus desa Tataaran Satu akan dijadikan Sentra untuk tenunan Kain Minahasa untuk dikembangkan", ujarnya.

Inggrid Kansil Bersama Meneg Perencanaan Pembangunan Nasional/Ketua Bapenas Armida Ailsyabana di Galeri Kain Bentenan Sonder.

Usai meninjau galeri kain Pinawetengan, Inggrid Kansil, yang didampingi Kadis Koperasi dan UMKM SULUT Maurids Berhandus, juga meninjau Museum Pinawetengan yang merupakan milik dari Irjen Polisi Benny Mamoto. Sekembalinya dari Minahasa Inggrid Kansil bertandang ke rudis Wakil Gubernur SULUT Dr. Djouhari Kansil MPd di Bumi Beringin Manado.

Pada kesempatan itu Inggrid Kansil mendapat informasi dari mantan Kadis Diknas Provinsi SULUT ini yang menyebutkan kalau tenunan kain kerawang sesuai sejarahnya berasal dari Sangihe. "Ini merupakan hasil penelitian dari para peneliti, bukunya ada. namun yang mengembangkan adalah provinsi Gorontalo".

Informasi yang disampaikan Wagub tersebut diiyakan oleh Inggrid, karena omanya dulu sering menggunakan kain kerawang berasal dari daerah nusa utara. "Saya melihat itu semenjak kecil hingga menanjak dewasa oma saya sering memakai baju kain kerawang Sangihe apabila mau bepergian", katanya.

Diketahui kunjungan kerja Inggrid Kansil selama dua hari di SULUT dalam rangka menghadiri Acara Pertemuan Pemimpin Perempuan se-Indonesia yang titutup oleh Menkokesra Senin (11/2) kemarin.