Kamis, 19 Mei 2016 – 05:12 WITA Telah dibaca 1202 kali

Pembangunan Tower di Kalasey Mencatut Nama Arthur Kotambunan & Kaban BLH SULUT

Penolakan Warga Kalasey Tehadap Tower Tri
SUARAMANADO,Kalasey. Pembangunan Tower Telepon Celular di Jaga V Desa Kalasey-1 Kecamatan Mandolang Kabupaten Minahasa mendapat penolakan warag yang bermukim disekitar lokasi Tower.

Dalam laporan yang dilayangkan 19 warga di Jaga V Desa Kalasey-1 kepada Badan Lingkungan Hidup Propinsi Sulawesi Utara Tertanggal 9 Mei 2016, melaporkan Pembangunan Tower/Menara Telekomunikasi Antena GSM PT. Triview Geospatial Mandiri yang diduga tanpa dilengkapai Surat Ijin Pembangunan dari instansi berwenang.

Dugaan pembangunan Tower tanpa Ijin karena warga sekitar Tower mengaku tidak pernah dimintai persetujuan dari sebahagian besar penduduk yang berdomisili disekitar lokasi pembangunan, sehingga menimbulkan kehawatiran warga atas dampak negatif dari pembangunan Tower ini.

Berdasarkan laporan ini maka BLH Propinsi Sulawesi Utara menindaklanjuti dengan turun ke lokasi sesuai Surat Tugas No.090 Tertanggal 19 Mei 2016 yang ditanda tangan langsung Kaban BLH Propinsi Drs. Roy Mewoh,DEA yang menugaskan 4 Personel dengan Ketua Tiem Marhendra Kawengian,SE selaku Kasubdid Penyelesaian Pengaduan dan Sengketa Lingkungan.

Temuan Tiem dimana benar sedang dalam pembangunan Tower dilokasi Jaga V Desa Kalasey-1 dan penanggung jawab pembangunan tidak mampu menunjukkan bukti dokumen perijinan terkait Lingkungan sebagai dasar dikeluarkan Ijin-ijin yang lain.

Yang patut disayangkan oknum yang mengaku bernama Heskia Posuma selaku penanggung jawab proyek sempat terjadi adu mulut dengan petugas dari BLH dengan mengatakan telah menghubungi Roy Mewoh selaku Kaban BLH SULUT dengan instruksi jangan melayani petugas tanpa dilengkapi surat Tugas.

Bahkan Posumah mengaku kenal baik dengan Kaban BLH SULUT Roy Mewoh dan telah berkomunikasi dengan Arthur Kotabunan yang tidak lain Ketua Tiem Pemenangan pasangan Gubernur SULUT terpilih Olly-Steven.

Mengutip ucapan Kotabunan menurut Posumah,Arthur perintahkan mengusir jika ada pertugas BLH yang meninjau lokasi pembangunan Tower. Hingga berita ini diturunkan, kedua orang berpengaruh diatas baik Kaban BLH maupun Arthur Kotabunan belum dapat konfirmasihnya terkait pencatutan nama mereka dalam kasus Tower Antena GSM milik PT. Triview Geospatial Mandiri yang dibawah Koordinator Atmoko Widodo Selaku Regional Manager.(jansen)