Sabtu, 3 September 2011 – 19:00 WITA Telah dibaca 2737 kali

Franky Karwur Sang Bintang dari Tondano

Frangky Karwur (baju putih) dan pasangannya Noldy George.

Indonesia saat ini beruntung memilki seorang atlet sekaliber Franky Karwur. Atlet asal Roong Tondano ini dilihat dari sisi usia masih tergolong muda untuk ukuran pemain bridge tapi prestasinya sudah tingkat dunia.

Franky Karwur menjadi anggota tim saat Indonesia meraih runner-up Olympiade Bridge tahun 1996 di Rhodos Island, Yunani. Selanjutnya tahun 2000 ia juga menjadi anggota tim yang meraih juara IOC Grand Prix di Laussane, Swiss dan terakhir tahun 2002 saat menjadi runner-up Rosenblum Cup di Montreal, Kanada. di ketiga event akbar ini, Franky Karwur berpasangan dengan Denny Sacul.

Hampir semua mengakui, sangat sulit menjadi pasangan tetap Denny Sacul, salah seorang pemain terbaik Indonesia. Kenapa, karena Denny Sacul yang sangat "perfeksionis" dan iapun mengharapkan kemampuan partnernya seperti dia. Hal ini oke-oke saja kalau disampaikan dengan baik, tapi cara penyampaian Denny sering membuat merah kuping partnernya. Tapi, pembawaan yang kalem dari Franky Karwur mampu meredam semua itu. Kedua pemain ini mampu berpasangan cukup lama dan juga mencetak prestasi. Saya sendiri pada waktu itu sempat menyimpulkan, satu-satunya pemain yang bisa menjadi partner dari Denny Sacul hanyalah Franky Karwur.

Namun, karena akhirnya Denny memilih bermain untuk senior team kedua pemain ini berpisah untuk sementara.

Pemain berpenampilan tenang ini merupakan pemain yang sudah berpengalaman baik semenjak masih di junior. Ia mulai mewakili tim Nasional Junior tahun 1987 mengikuti 1st World Youth Team Championship di Amsterdam, Belanda. Berkat berbagai prestasi yang diraihnya ia telah menyandang gelar World Life Master, gelar tertinggi kedua dari World Bridge Federation. Selain Franky Karwur, Henky Lasut, Eddy Manoppo dan Denny Sacul juga telah meraih gelar yang sama. Untuk mencapai gelar tertinggi World Grand Master, seorang pemain harus pernah menjadi juara dunia dan ini yang belum mampu dilakukan oleh Indonesia.

World bridge federation menghargai prestasi yang dicapai Franky Karwur dengan mengundangnya untuk ikut pada world master individual di Beijing tahun 2008 bersamaan dengan world mind sports game. Hanya 36 pemain putra dan 24 pemain putri yang diundang world bridge federation dari seluruh dunia. Selain Franky Karwur diundang juga Henky Lasut. Hasil yang dicapai Franky Karwur cukup baik, peringkat 12 sedangkan Henky Lasut berada di peringkat 19. (Bert Polii)