Senin, 17 Juni 2013 – 10:06 WITA Telah dibaca 1708 kali

Pengurus Pordasi SULUT Dilantik

SHS Dorong Kegiatan Berkuda Jadi Agenda Pariwisata

Setelah pelaksanakan musyawarah daerah Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PORDASI) Sulawesi Utara, pada tanggal 20 April 2013 yang lalu dan telah dipilih pimpinan Pengurus Provinsi (Pengprov) Pordasi SULUT, Jumat Siang (14/6) bertempat di gelanggang pacuan kuda maesa, Tompaso, Minahasa, dilakukan pelantikan Pengprov Pordasi SULUT Masa Bhakti 2013–2017. Pelantikan dilakukan oleh Ketua Umum Pengurus Pusat Pordasi Bapak M. Chaidir Eddy Saddak, dan dihadiri oleh Gubernur Sulawesi Utara Dr. SH. Sarundajang, Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Provinsi SULUT, Staf Ahli Gubernur Bidang Politik dan Hukum, Bupati Boltim, Dandim Minahasa, pengurus KONI dan pordasi SULUT.

Ketum Pordasi mengapresiasi Sulawesi utara sebagai pelopor sejarah perkembangan Pordasi di indonesia, dan telah mengukir prestasi dalam berbagai event berkuda yang dilaksanakan di Indonesia.

"dengan kepemimpinan Gubernur SULUT Dr. SH Sarundajang, olahraga berkuda akan mendapatkan perhatian yang lebih besar dan semakin maju", ujar Pak Edi panggilan akrabnya Ketum Pordasi.

Dalam sambutannya Gubernur SULUT SHS, menyampaikan Selamat atas pelantikan pengprov Pordasi SULUT, dengan harapan acara pelantikan ini menjadi momentum penting bagi upaya pengembangan olahraga berkuda menuju industri berkuda yang profesional dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Saya yakin pengurus yang dinakhodai oleh Sdr Mecky M. Onibala, mampu memenuhi harapan masyarakat berkuda. Menjadi tantangan pengurus baru untuk ke depan menjadikan olahraga ini dari, oleh dan untuk kesejahteraan masyarakat, " ujar SHS.

Lebih lanjut menurut SHS, tanggung jawab pengurus untuk menggelar agenda2 perlombaan bukan saja berskala nasional tapi juga internasional. dengan adanya event berkuda, akan merangsang dan mendorong kegiatan ekonomi masyarakat berkuda. Jika dilaksanakan event2 besar, maka masyarakat umum, khususnya komunitas berkuda, seperti para Breeder (peternak kuda), groom (perawat kuda), riding boy/profesional rider (penunggang kuda/jockey), pelatih serta penggemar dan pemerhati kuda, baik langsung maupun tidak langsung akan merasakan dampaknya bagi peningkatan pendapatan dan ekonominya, karena pasti akan ada usaha-usaha meningkatkan kualitas dan kapasitas kuda.

SHS juga memberi apresiasi atas kehadiran Ketum Pordasi, dan secara langsung meminta dukungan serius terhadap peningkatan program kerja pordasi dan pengembangan komunitas berkuda di SULUT.

"Saya minta pa ketum Pordasi untuk membantu hadirnya Kuda Pejantan yang berkualitas untuk masyarakat berkuda di SULUT", diiringi tepuk tangan meriah ribuan komunitas dan pemerhati olahraga berkuda yang hadir.

Di akhir sambutannya SHS menegaskan bahwa Pemprov SULUT akan mendukung terutama pengembangan sarana dan prasarana pacuan kuda, sehingga ke depan gelanggang ini menjadi arena yang bertaraf internasional, dan sebagai warisan sejarah, olahraga berkuda di SULUT semakin dikenal dan berkembang, bahkan kegiatan berkuda dapat menjadi agenda pariwisata.