Jumat, 24 Oktober 2014 – 05:23 WITA Telah dibaca 1386 kali

Tokoh Lintas Agama Ajak Doakan PLN SULUTTENGGO

GM PLN SULUTTENGGO Ir. Januwarso, memberi penjelasan kepada Tokoh Agama di SULUT tentang kondisi dan permasalahan PLN Sekarang ini
SUARAMANADO, Minut. Petemuan antara pihak GM PLN SULUTTENGGO bersma tokoh lintas agama yang ada di Propinsi Sulawesi Utara menciptakan suasana yang saling mendukung untuk melistriki daerah Sulawesi Utara.

Berbagai masukan dan saran dari peserta dari lintas Agama banyak yang disampaikan langsung kepada pihak GM PLN terkait kondisi persoalan kelistrikan akhir-akhir ini.

Menarik apa yang disampaikan salah satu tokoh mudah GMIM yang memintakan agar seluruh komponen umat beragama di Sulawesi Utara untuk bersatu hati dan berdoa sesuai iman dan kepercayaan masing-masing agar PLN segerah keluar dari kondisi saat ini.

Dicontohkan jika kita Berdoa dengan hati yang bersih memohon kepada Tuhan makan dapat menurunkan hujan untuk meningkatkan volume air di Danau Tondano sebagai sumber utama pembangkit listri Tanggari tentu sesuai dengan keyakinan agama masing-masing.

Hal tersebut langsung diamini oleh GM PLN Ir. Januwarso, sambil mengatakan bahwa " Doa Orang Benar Pasti Didengar Tuhan ".

Sejumlah Tokoh Lintas Agama Sulawesi Utara Bersama GM PLN SULUTTENGGO
Dari tokoh agama lainnya menyampaikan dukungannya dan mendorong untuk dibuatkan Perda tentang Pohon yang selama ini menjadi tarik ulur antara pihak PLN dan Pemerintah Kab/Kota jika dilakukan pembersihan pohon yang kena jaringan kabel listrik,

Januwarso dalam pemaparannya menyampaikan kondisi terkini Pembangkit Listrik yang sedang operasi maupun yang dalam tahap pemeliharaan. Ditargetkan pada 1 November, PLN SULUTTENGGO akan terbebas dari pemadaman setelah seluruh pembangkit beroperasi secara normal kembali.

Bahkan Janu, sapaan akrabnya, menjelaskan berdasarkan UU 30/2009 dimana pihak PLN saat ini hanya pemegang ijin kuasa usaha dan tidak lagi memonopoli industri listrik di Indonesia. Jadi selain PLN pihak swasta juga punya hak yang sama untuk menyiapkan listrik bagi masyarakat..

Menurut GM, pertemuan bersama elemen tokoh agama dimaksudkan sebagai sarana Custumer Education secara langusung di tempat-tempat ibadah dalam menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang kelistrikan terutama kewajiban membayar tunggakan listrik yang hingga saat ini menyentuh angka Rp.32 Miliar.

Pihak PLN terus berkomitmen melestarikan Danau Tondano dengan berbagai tindak nyata dilapangan seperti penanaman pohon sekitar danau serta program pembersihan eceng gondok penyebab pendangkalan yang bekerja sama dengan pihak negara German.

Diharapkan dengan dukungan Doa dan bantuan kerja sama pihak tokoh lintas agama PLN kedepan semakin baik dan meningkatkan profesionalitas dalam pelayanan (Jansen)