Sabtu, 7 November 2015 – 23:44 WITA Telah dibaca 908 kali

Pasangan BEDA Tidak Melewatkan Satupun Pertanyaan, Semuanya Dilahap

Benny-David
SUARAMANADO, Minut: dengan berlatar belakang Perwira Tinggi POLRI dan sebagai Bupati Terbaik pasangan Benny-David (BEDA) selaku Cagub/ Cawagub SULUT, seakan tidak mau melewatkan setiap pertanyaan yang ditujukan kepada pasangan ini baik dari pihak Panelis maupun dari pertanyaan Pasangan Calon Nomor Urut 1 (OD-SK) dan Pasangan Calon Nomor Urut 2 (Maya-Glenny). Seluruh pertanyaan dibahas tutas oleh keduanya secra bergantian baik Benny Mamoto maupun David Bobihoe Akip.
Kesempatan Debat Publik Calon Gubernur Sulawesi Utara periode Tahun 2015–2020 yang pertama dilaksanakan (7/11) di Hotel Sutan Raja Ball Room Minahasa Utara benar-benar dimanfaatkan oleh pasangan BEDA (Benny-David No. Urut 3 untuk memaparkan Visi & Misi kedepan dalam membangun Propinsi Sulawesi Utara yang Berdaya Saing, Berbudaya dan Berwawasan Lingkungan.
Penampilan kedua pasangan ini di atas pentas mengurai secara Tegas, Ringkas namun Jelas terhadap apa yang nantinya akan dilakukan jika dipercaya warga untuk memimpin Sulawesi Utara kedepan lewat Pilgub 9 Desember nanti.Tekad pasangan BEDA untuk memulai dengan pemerintahan yang Bersih, Profesional, netralitas dan responsif kemudian terpenting adalah menjadi cotoh sebagi pemimpin yang takut akan Tuhan.
Dibidang pembangunan keduanya mendorong peran swasta untuk berpartisipasi lebih besar dengan membuka seluasnya para investor ke SULUT dengan menyederhanakan sistem birokrasi perizinan. David Bobihoe yang memiliki segudang pengalaman sebagai birokrat dan Bupati terbaik se Indonesia memprogramkan pelayanan perizinan dilimpahakan hingga tingkat Kecamatan untuk mendekatkan pelayanan pemerintah kepada rakyatnya.
Begitu pula Benny Mamoto yang berlatar belakan Perwira Tinggi POLRI berkomitment membangun SDM mulai dari Kandungan sang Ibu agar melahirkan manusia berkwalitas dan berdaya saing tinggi. Kedepan diprogramkan untuk membangun Panti Rehabilitasi Pengguna Narkoba sebagai upaya pencegahan hilangnya generasi muda Sulawesi Utara akibat pengarauh Narkoba. (jansen)