Kamis, 24 Februari 2011 – 18:26 WITA Telah dibaca 1551 kali

Kejari Bidik Dugaan Korupsi Dana Panwaslu

Korupsi harus dibasmi hingga ke akar-akarnya tanpa pandang bulu siapa yang melakukannya. Hari ini, aparat penegak hukum Minahasa Utara akan memeriksa 6 orang saksi dugaan korupsi penyelewengan dana pemilihan presiden 2009 di Panwaslu Minahasa Utara.

Kejaksanaan Negeri kabupaten Minahasa Utara sudah melayangkan surat panggilan. Kepala kejaksanaan negeri (kejari) Minahasa Utara (Minut), Purwanto Joko Irianto, SH, Kamis (24/2) mengatakan bahsa pihaknya sudah berkoordinasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk mengaudit Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Minut dan mungkin dalam pengembangan pemeriksaannya akan bertambah tersanka.

"Para tersangka yang bakal diperiksa Kejari mulai hari ini yakni GS alias Gany, DP alias Dortje dan SM alias Stenly", ujar Irianto.

Dalam pemilihan presiden tahun 2009 lalu, panwas Minut telah mendapatkan bantuan dana sebesar Rp. 3.241.529.064 yang bersumber dari Anggaran Perencanaan dan Belanja Negara (APBN) dan Rp. 1 juta yang bersumber dari Anggaran Perencanaan dan Belanja Daerah (APBD). Penggunaan dana tersebut tidak sesuai pemeriksaan BPKP.