Kamis, 28 April 2016 – 04:26 WITA Telah dibaca 1486 kali

Alat Peraga Bermain TK Karunya Wusak Hanya Bermodalkan Balon

Ketua TP PKK Minahasa Utara Ny. Jeivi Lengkong-Wijaya Menyerahkan Surat Izin Operational TK Karunya Desa Wusa
SUARAMANADO,Minut. Ketua TP-PKK Kabupaten Minahasa Utara Ny. Jeivi Lengkong-Wijaya meresmikan operasional TK Karunya Wusa yang ditandai pembukaan selubung papan nama " TK KARUNYA " Desa Wusak Kecamatan Talawaan Kabupaten Minahasa Utara (28/4–2016).

Peresmian yang diawali ibadah singkat dan dilanjutkan pbukaan swlubung papan nama "TK KARUNYA" oleh Ny. Jeivi Lengkong-Wijaya yang tidak lain Istri dari Wakil Bupati Kab. Minahasa Utara kemudian dilakukan serah terima Surat Izin Operasional dari Dinas Pendidikan Minut melalui Kabid PNFI Dra. Sofitje Wensen kepada Ketua TP-PKK Kab.Minahasa Utara dan diteruskan kepada Ket. TP-PKK Desa Wusa Bertha Panambunan sekaligus Pembina TK KARUNYA Wusak.

Jeivi dalam sambutannya menyambut baik usaha dari TP-PKK Desa Wusak yang besusah payah mendirikan TK ini walau dengan segala keterbatasan yang ada, seiring dengan program TP-PKK Kabupaten Minut kata Jeivi, dimana Mengasihi dan Mencintai Anak maka sangalah tepat apa yang dilakukan TP-PKK Desa Wusak dengan memberi perhatian pada anak usia dini.

Dalam laporannya,Bertha Panambunan menjelaskan bahwa ada 20 anak yang dibina di TK KARUNYA dengan fasilitas seadanya bahkan tempat yang digunakan hanya pinjam ruangan Poliklinik Desa.

Lebih memiriskan sesuai penyampaian Herman Panambunan dalam sambutan mewakili orang tua

anak,dimana kondisi TK cukup memprihatinkan karena minimnya alat peraga bermain anak yang hanya menggunakan balon atau bola plastik saja.

Terpantau dilapangan apa yang dikeluhkan orang tua sangat tepat kebenaranya dan todak mengada-ada, karena walaupun memiliki gedung yang baik tapi fasilitas belajar dan bermain hampir tak terlihat baik dalam ruangan maupun dihalaman yang cukup luas beralaskan rumput yang menghijau.

Sayangnya kehadiran Ketua TP-PKK Kab. Minahasa Utara di tempat ini belum memberikan kebutuhan belajar dan bermain bagi anak-anak, jadi terkesan hanya datang ramai-ramaikan acara yang bersifat serimonial saja. Menjanjikan saja belum disampaikan apa lagi membantu kekurangan yang ada.(jansen)