Senin, 7 Februari 2011 – 10:45 WITA Telah dibaca 1599 kali

Polres Sudah Kantongi Tersangka Diklat

Kepolisian resort Minahasa Utara sudah mengantongi nama-nama tersangka kasus dugaan Diklat PIM IV tahun 2010. Dalam waktu singkat, kasus tersebut akan ditingkatkan ke dalam status penyidikan.

Sejumlah dokumen akan diselidiki oleh aparat kepolisian resort (polres) Minut dan para saksi yang merugikan uang negara sebesar 1 milyar rupiah akan didengarkan keterangannya. Penyidik juga sudah menemukan indikasi mark up pembiayaan kegiatan dalam 2 tahap anggaran, yakni 700 juta untuk gelombang pertama dan 300 juta untuk gelombang kedua.

Dugaan bahwa biaya sewa gedung dan transportasi telah digandakan dibenarkan oleh kasubag Humas kepala Polres Minut, AKP Deasy Hamang, Senin (7/2). Menurut Hamang, pihak Polres Minut masih melakukan penyelidikan terhadap 56 tersangka secara intensif dan gelar kasus akan dibuat dalam waktu dekat ke tahap penyidikan.

Hal yang berbeda disampaikan oleh kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Minut, Frits Sigar yang ditemui di kantornya Senin (7/2) pagi. Sigar mengungkapkan bahwa dirinya tidak mengetahui adanya 56 tersangka tambahan.

"Saya sudah katakan saat dilakukan pemeriksaan oleh penyidik Polres beberapa pekan yang lalu. Saya kaget mendapat informasi bahwa saya akan ditetapkan sebagai tersangka", ujar Sigar.

Menyikapi hal tersebut, ketua LSM Barisan Rakyat Anti Korupsi (BRAK) SULUT, Dolfi Maringka meminta Pemkab Minut segera memberikan tindakan kepada oknum yang sudah melakukan kesalahan administrasi saat penerimaan CPNS 2010 tersebut, agar masalah itu tidak berlarut-larut, apalagi sudah merugikan uang negara, pungkas Maringka.