Rabu, 8 Juli 2015 – 17:45 WITA Telah dibaca 1379 kali

Edi Yuniarto Optimis Perkembangan Ekonomi Kabupaten Minahasa Utara

Edi Yuniarto, Kepala Cabang Pembantu BRI Airmadidi
SUARAMANADO, Minut. Potensi perkembangan ekonomi di Kabupaten Minahasa Utara sangat mengemaskan bagi seorang Edi Yuniarto selaku Pimpinan Cabang Pembantu BRI Arimadidi, alasan inilah sehingga pihak BRI memutuskan membuka Cabang Pembantu untuk melayani kebutuhan masyarakat kabupaten Minahasa Utara dalam menopang Unit-unit BRI yang tersebar diseluruh Kecamatan di Minut

Kata Edi diruang kerjanya (8/7), Optimis skali dengan perkembangan di Kabupaten Minahasa Utara, dengan berkembangnya ekonomi yang ditandai menjamurnya sejumlah Toko Swalayan disejumlah titik di sepanjang jalur jalan Manado-Bitung yang membelah Kabupaten Minahasa Utara

Indikator lain adalah pertumbuhan populasi lebih cepat dengan berkembangnya sektor perumahan, selain juga, Minut menjadi daerah pelintasan dari dua kota besar di SULUT yaitu Kota Manado dan Kota Bitung termasuk jalur masuk dari Tondano sebagai ibu Kota Kabupaten Minahasa. Jadi posisinya sangat strategis apalagi terbukannya Jalan Tol Manado-Bitung dan ruas Jalan Ir. Sooekarno, Kata Edi.

Sebagai Kantor Cabang Pembantu maka pihaknya hanya layani tansaksi antara Rp. 200 jt s/d Rp. 2 Miliar. Hali ini untuk menjebatani kebutuhan nasabah yang tinggal diantara Manado dan Bitung dengan produk utamanya adalah Britama.

Sejak beropersinya KCP BRI Airmadidi Juli 2014 lalu hingga saat ini, sektor-sektor ekonomi yang menjadi andalan BRI di Minahasa Utara antara lain sector Industry yang agak stabil dan usaha perdagangan, kemudian sektor petani kopra yang fluktuatifnya tidak terlalu berpengaruh. Namun diakui Edi sector Perikanan dan kelautan sanngat terpengaruh atas kebijakan pemerintah.

Sebagai Bank yang bergerak disektor ritel sangat selektif dalam memilih nasabah misalnya di sekmen kontraktor, pihaknya dapat melayani dengan syarat adalah proyek pemerintah. Sementara untuk proyek swasta belum dilayani karena factor kepastian. Skim yang ditawarkan adalah KMK (kredit modal kerja) Konstruksi yang disesuaikan dengan jangka waktu kontrak.

Besaran kredit yang diberikan untuk sector kotraktor sampai 65% dari nilai project bersih atau modal dasar nilai proyek setelah dikurangi pajak, uang muka dan potongan lainnya. S ehingga kontraktor tinggal menyiapkan modal sendiri sebesar 35%.

Target Kredit yang disalurakan dan Simpanan, menurut Edi telah tercapai bahkan melampaui dari target walau detengah kondisi ekonomi yang sedang melemah.

Ini semua kata Edi, atas kerja keras dari tenaga-tenaga Account Officer yang dimiliki KCP Aairmadidi, bahkan NPL yang dikelolah atas limpahan dari cabang Bitung dapat dikatakan sangat kecil alias NPL tidak ada atau nyaris tidak terdapat kredit macet. (jansen)