Jumat, 19 September 2014 – 00:10 WITA Telah dibaca 2174 kali

Kompor SEHO Minahasa Tenggara Menuju Desa Mandiri Energi

SEHO ENERGI bersama Kompornya
SUARAMANADO, Manado. Krisis Bahan Bakar yang dialami Negara Indonesia saat ini menjadi tantangan bagi seluruh Warga Negara Indonesia untuk mencari sumber bahan bakar alternative terutama sumber energi terbarukan.

Hal ini yang dilakukan warga di Desa Tombatu Dua Kecamatan Tombatu Utara Kabupaten Minahasa Tenggara Propinsi Sulawesi Utara, dalam mejawab persoalan keterbatasan BBM terutama kebutuhan harian Rumah Tangga untuk memasak dengan melakukan penyulingan air Nira menjadi Bio Etanol sebagai bahan bakar yang terbarukan dengan sebutan SEHO ENERGI.

Hasil karya anak bangsa dari Suku Etnis Tongsawang di Kabupaten Minahasa Tenggara mendapat perhatian pemerintah setempat dengan ditampilkan secara lengkap bersama Kompor SEHO hasil modifikasi berbahan bakar Ethanol dalam Pameran Pembangunan HUT Emas Propinsi Sulawesi Utara yang ke 50 Tahun di Kompleks Pameran Kayuwatu Manado.

Drs. Bernard Mokosandib, ME Kaban Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kabupaten Minahasa Tenggara
Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Minahasa Tenggara Drs. Bernard Mokosandib, M.E menjelaskan makna dari SEHO ENERGI diambil dari bahasa setempat yang menyebut pohon Seho atau Enau sebagai sumber energi terbarukan melalui penyulingan air nira dari pohon tersebut menjadi Bahan Bakar Ethanol.

SEHO ENERGI menurut Mokosandib, memiliki keunggulan dibanding Bahan Bakar yang lain seperti Minyak Bumi atau Gas. Selain ramah lingkungan maka yang terpenting adalah sebagai sumber Energi Terbarukan dan anti meledak.

Saat ini kelompok tani diDesa Tombatu Dua Kecamatan Tombatu Utara dapat menghasilkan 500 Liter Ethanol per hari untuk memenuhi permintaan 200 keluarga yang memanfaatkan SEHO ENERGI.

Untuk meningkatkan hasil produksi petani maka pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara melalui Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa di tahun 2015 telah menganggarkan bantuan kepada kelompok pengolah SEHO ENERGI.

Sementara untuk pengembangan Kompornya sendiri akan bekerja sama dengan salah satu SMK yang ada di Minahasa Tenggara untuk menyempurnakan dan memproduksi secara masa, sesuai rencana akan menggunakan bahan baku dari stainless steel. Jelas Mokosandib disela-selah melayani berbagai pertanyaan dari pengunjung Stand Pameran Kabupaten Minahasa Tenggara. (jansen)