Kamis, 29 November 2012 – 12:45 WITA Telah dibaca 3573 kali

Wajah Bupati Mitra di Somasi

Telly Tjangkulung, Tidak Mengakui Hutang Rp. 700 Juta


SUARAMANADO, Manado. Melalui kuasa hukum dari, Maxi Kumowal, Direktur CV. Purnama Indah, Semmy Laihitu SH. Mengajukan somasi kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Minahasa Tenggara terkait sisa pembayaran barang cetakan berupa buku tulis cover sebanyak 25.000 set di tahun 2009.
Somasi yang dilayangkan pada tanggal 15 Agustus 2012, menguraikan secara jelas sesuai urutan kronologis terjadinya kesepakatan pengcetakan buku tulis bercover wajah Bupati Minahasa Tenggara, Telly Tjangkulung, dengan nilai total Rp. 1.025. miliar sesuai Perjanjian dan Kesepakatan Bersama No. 03/2009, tertanggal 10 Juni 2009.
Dalam point ke 4 surat somasi tersebut, menyebutkan, Bahwa sampai saat ini pihak Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Minahasa Tenggara belum membayar lunas sisa haraga buku tulis sebesar Rp. 700 juta.
Bupati Minahasa Tenggara, Telly Tjangkulung saat ditemuai, menjelaskan, bahwa pihaknya tidak pernah menandatangani atau melakukan pemesanan terahadap pencetakan buku tulis dimaksud. Karena pengadaan buku tulis tersebut tidak masuk dalam anggaran Pemkab Mintra.
Selaku pejabat yang menandatangani SPK, Olvie R. Sumual, S.Pd. yang saat itu sebagai kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Minahasa Tenggara, mengakui kalau tindakannya tersebut semata-mata membantu pihak perusahaan dalam memperlancar penagihan utang pencetakan buku tulis bercover wajah Bupati.
Walau sesungguhnya menurut, Sumual, pemesanan buku tersebut bukan dari instansi yang dipimpinnya, Dinas Pendidikan Pemuda & Olahraga. Karena dalam anggaran di instansinya tidak mengalokasikan dana tersebut.
Saat didesak siapa orang yang paling bertanggung jawab, atas dicetaknya buku tulis bercover wajah bupati. Sumual, tidak bersedia menyebutkan,dengan mengalihkan kepada orang-orang tertentu yang berada di ring satu Bupati. dengan demikian baik Bupati dan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda & Olaharaga Kab. Minahasa Tenggara seakan sepakat tidak mengetahui secara pasti siapa orang yang melakukan cetakan buku tulis tersebut. (Jansen)