Rabu, 28 September 2011 – 10:43 WITA Telah dibaca 769 kali

Bupati Hadiri Hari Jadi Desa Wiau ke 122

Bupati Minahasa Tenggara Telly Tjanggulung (T2) menghadiri syukuran hari jadi ke-122 desa Wiau, kecamatan Pusomaen, Selasa, (27/9) Bersamaan dengan ibadah syukur T2 juga meresmikan BPU Desa Wiau lewat penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita. Dalam sambutannya bupati mengajak kepada seluruh komponen masyarakat di Wiau untuk menopang pemerintah lewat doa. Karena banyak pergumulan, banyak tantangan yang dihadapi. '‘Topang kami lewat doa, karena kami banyak pergumulan, banyak tantangan’,' kata T2 sapaan akrab bupati Mitra ini. Menurutnya, dalam usia yang ke-122 sudah melakukan perjalanan yang cukup panjang. Dalam kurun waktu yang sangat panjang ini, masyarakat Wiau boleh merasakan hal-hal yang positif dan keberhasilan pembangunan yang bisa diraih. Keberhasilan ini diraih karena wujud persatuan dan kesatuan yang dibangun oleh masyarakat. '‘Pada kesempatan ini saya mengharapkan agar masyarakat mampu menunjukkan suasana dan perwujudan persatuan dan kesatuan, sehingga desa Wiau akan mampu terus melaksanakan pembangunan guna keberhasilan dan kesejahteraan masyarakat’,' sebutnya.

Melalui momentum ini Bupati mengharapkan dukungan dan partisipasi masyarakat Wiau untuk merespon serta bersama-sama mendorong usaha percepatan pembangunan di Minahasa Tenggara.

Disampaikan pula telah dicanangkan gerakan yang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat khususnya rumah tangga dalam memenuhi kebutuhan pangan keluarga. Gerakan tersebut dinamakan Gerakan Sentuh Tanah Komoditi Bumbu Masak atau disingkat GST-Kobuma. Gerakan ini bukan mengadopsi gerakan yang sudah terlebih dahulu dicanangkan oleh Pemprov SULUT, akan tetapi gerakan ini merupakan gerakan penunjang dan pendukung gerakan sentuh tanah dari pemerintah provinsi.
Demikian pula dengan gerakan makan tanpa nasi atau Gentanasi. Gerakan ini dilaksanakan dengan tujuan agar masyarakat tidak hanya bergantung pada konsumsi satu jenis bahan pangan, terutama beras, tetapi dapat memanfaatkan keragaman produksi bahan pangan yang ada seperti ubi, pisang, pisang, sayuran dan lain sebagainya. Bupati berharap lewat Gentanasi, masyarakat dapat mengkonsumsi makanan selain beras pada waktu-waktu yang ditentukan bersama. Misalnya di di desa Wiau, pemerintah desa dapat mengimbau masyarakat menjadikan salah satu hari dalam seminggu sebagai hari konsumsi tanpa nasi. Atau pemerintah desa dapat mengimbau masyarakat desa menyiapkan makanan dengan bahan non beras pada kegiatan-kegiatan di desa seperti rapat desa, arisan-arisan, kegiatan ibadah dan lain sebagainya. '‘dengan demikian secara tidak langsung kita juga akan mampu menunjang program swa-sembada beras di kabupaten Minahasa Tenggara’,' ungkapnya.
Hukum Tua desa Wiau Jefry Tolu menyatakan siap mendukung program ibu bupati baik saat menjabat maupun ke depan. '‘Kami tetap mendukung penuh program ibu bupati sekarang ini maupun sampai selama-lamanya’,' kata Jefry yang sambut tepuk tangan seluruh masyarakat yang hadir memenuhi BPU desa Wiau.
Hadir dalam acara ini ketua DPRD Tonny H. Lasut, Kaban Kesbangpol H. Sompotan, Kasat Pol PP Drs Ventje Momuat ME, Camat Pusomaen Pieter Pontororing SPd.