Rabu, 20 Maret 2013 – 18:27 WITA Telah dibaca 1278 kali

AMTI Pertanyakan Proyek Web Dikpora Minsel

SUARAMANADO, Amurang MINSEL: Tahun 2012 lalu, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Minahasa Selatan mendapat kucuran dana segar dari Pemkab Minsel. Dana tersebut untuk pembuatan website semua sekolah di Minsel. Terdapat 400 sekolah dari tingkat SD, SMP, SMA dan SMK se-Minsel harus membuat website tersebut.
Dari informasi yang dihimpun DelikSulut.com mendapat kabar kalau semua sekolah diharuskan. dan pihak sekolah harus membayar Rp 2,8 juta untuk pembuatan website tersebut. Tetapi, menjadi pertanyaan bahwa banyak sekolah yang tidak ada aliran listrik sekalipun tetap harus membuat website tersebut.
Akibatnya, bukan sedikit kepala sekolah yang mengadu proyek ini. Pasalnya, semua sekolah harus dan membayar Rp 2,8 juta. Padahal, kata sumber banyak sekolah tidak ada aliran listrik.
'‘Bagaimana kami mau terima, aliran listrik saja tidak ada. Komputer yang diberikan juga jadi rusak lantaran tidak pernah pakai. Ada juga seperangkat alat komputer terpaksa diantar ke warga sekitar lantaran harus dipakai. Namun, kalau sekolah kami justru tak bisa dipakai karena tak ada aliran listrik’,' kata beberapa kepala sekolah yang meminta namanya tak ditulis.
Ketua AMTI Tommy Turangan, SH ketika menghubungi wartawan media ini, membenarkan hal diatas. '‘Kalau saya menduga, bahwa ada permainan didalamnya. Bahkan, pihak ketiga saja telah melakukan deal-deal dengan Dikpora Minsel. Tapi sayang, kenapa justru dibebankan pihak sekolah. Disatu sisi, sekolah yang tidak memiliki aliran listrik sekalipun tetap harus membuat website. Jelas, ini ada permainannya. dan AMTI akan mengusutnya’,' kata Turangan keras.
Turangan mengaku, bahwa informasi ini sudah sejak akhir tahun 2012. Hanya saja, terdiam lantaran banyak kasus dugaan korupsi dan manipulasi di Kabupaten Minsel.
'‘Untuk itu, AMTI saat ini sedang melalukan investigasi apakah ada dugaan permainan dengan proyek diatas. Sebab, kalau 400 sekolah dikali Rp 2,8 juta berapa banyak yang dipakai pihak Diknas Minsel bersama pihak ketiga. dengan demikian, AMTI kini sementara melakukan investigasinya’,' sebut Turangan. (ape)