Senin, 18 Maret 2013 – 11:51 WITA Telah dibaca 1169 kali

Catatan: Andries Pattyranie

Pertanyakan Peran Pemerintah Terharap Partai Politik?

Andries Patyranie, Aktivis Minahasa Selatan.
Tahun 2013 disebut tahun politik. Kenapa? Karena dari 10 partai politik (Parpol) peserta Pemilihan Umum (Pemilu) mulai melaksanakan kerjanya. Termasuk, sementara dilaksanakan penjaringan bakal calon legislatif (Bacaleg). Tidak sedikit peran warga Minsel untuk memberi diri untuk masuk dalam partai politik. Tetapi, menjadi pertanyaan. Dimanakah peran pemerintah terhadap portai politik?
Dari catatan penulis, bahwa peran pemerintah terhadap partai politik sangat kecil. Kenapa saya katakan demikian, karena memang tak bisa dipungkiri. Kalau pun ada, mungkin mereka lebih condong dengan partai-partai besar. Seperti Partai Golkar, PDIP dan PD.
Sedangkan partai politik ‘kecil’ sangat riskan mereka memberi diri. Sebagai contoh, Sabtu (16/3) kemarin, Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Minsel melaksanakan acara pembekalan bakal calon legislatif (Bacaleg). Ini juga sudah menjadi program DPP Hanura. Tetapi, sampai berakhirnya acara diatas tak ada kabar kehadiran pemerintah.
Tidak terkecuali Forum Pimpinan Daerah (Forpinda) tak ada satupun yang hadir. Padahal, informasi DPC Partai Hanura Minsel ikut mengundang mereka. Namun, sepertinya kalau partai besar pasti mereka lebih leluasa hadir. Inikah peran pemerintah atas partai politik di Minsel. Ataukah, karena partai kecil (belum dikenal luas) sehingga mereka enggan hadir.
Sungguh dilematis apa yang dipikirkan mereka. Semoga, kehadiran 10 partai politik peserta pemilu 2014 saat ini akan berjalan bersmaan dengan pemerintah Minsel. Karena, untuk membangun Minsel juga andilnya ada pada partai politik. ***