Rabu, 13 Februari 2013 – 23:38 WITA Telah dibaca 1080 kali

AMTI Kecam Pasir Besi Poigar

Tommy Turangan

MINSEL: Tambang pasir besi di kawasan pantai Poigar makin mendapatkan penolakan dari warga. Bukan saja, dari warga setempat, tapi keprihatinan juga datang dari LSM AMTI.

Menurut Aliansi Masyarakat Transparansi Indonesia yang digawangi Tommy Turangan, SH, pasir besi Poigar adalah fenomena betapa masyarakat Indonesia masih dibodoh-bodohi oleh kongsi pemerintah dan pemilik modal.

Turangan mengeritik pemerintah yang hanya terpaku pada PAD, tanpa memikirkan dampak sosial dan lingkungan dari sebuah penghisapan sumber daya alam. "Saya pikir ini adalah kegagalan dari penyelenggaraan Otonomi Daerah. Harusnya, Otonomi Daerah dimaknai untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat, bukan sebesar-besarnya PAD",kritik aktivis lulusan fakultas hukum Unsrat ini.

Hal yang sama terlihat pula di kalangan masyarakat. Harusnya, masyarakat berpikir akan masa depan tanah kelahirannya, malahan sejumlah masyarakat cenderung menggadaikan tanahnya demi kepentingan sesaat. Padahal, nilai sejarah sosial dari suatu daerah lebih berharga dari apapun. Karena itu, dirinya mengajak kepada segenap masyarakat di kawasan pantai poigar untuk kukuh menolak kehadiran PT. Nikita yang akan melakukan eksplorasi pasir besi di kawasan pantai desa poigar.

Pihaknya juga mengecam PT. Nikita yang hendak melakukan eksplorasi pasir besi di pantai Poigar untuk segara angkat kaki, karena masyarakat dan AMTI tidak akan berhenti melakukan penolakan.

"Sekali lagi kawasan pantai Poigar adalah anugerah Tuhan untuk dinikmati oleh umat manusia karena keindahan pantainya. Bukan untuk dihancurkan dan dirusak oleh tangan-tangan jahil yang tidak bertanggungjawab",tukas Turangan.