Minggu, 28 Februari 2016 – 01:37 WITA Telah dibaca 1173 kali

Pupuk Bersubsidi Langka

Krisis Pupuk, Pertanian Minsel Terancam

Aktivitas para petani di wilayah Modoinding. (ist)

SUARAMANADO, AMURANG – Petani wilayah Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) kuatir menghadapi musim tanam tahun 2016. Mereka mengeluhkan ketersediaan pupuk bersubsidi di pasaran yang terbilang langka.

Para penyalur pupuk organik Phonska di wilayah Amurang mengatakan, ketersediaan pupuk sejak tahun lalu memang sangat terbatas, bahkan kini dalam keadaan kosong. "Banyak petani yang menanyakan pupuk, tetapi stock tidak ada sejak Juli tahun 2015 lalu", ujar Jimmy Markus yang sering menjajakan pupuk.

Sementara Fil Sumual (45), petani asal Tateran mengatakan, kelangkaan pupuk bersubsidi ini hingga dia menunda penanaman tomat dan jagung. "Pemerintah harus mengambil tindakan ini, sebab kelangkaan pupuk bersubsidi saat ini cukup lama terjadi. Padahal sekarang sudah musim tanam", tutur Fil, Minggu (28/02).

Menurutnya, kelangkaan terjadi kemungkinan ada oknum tertentu yang sengaja menimbun pasokan pupuk sehingga sulit didapat. "Kalau memang murni stock kosong, perlu ada solusi dari pemerintah agar usaha petani boleh berjalan baik", tandasnya.

Menariknya keluhan serupa dialami warga petani hingga di wilayah Modoinding, daerah produksi hortikultura terbesar Minsel. Sayangnya hingga kini belum ada solusi yang diberikan Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Pemkab Minsel.