Selasa, 4 Desember 2012 – 20:55 WITA Telah dibaca 416 kali

Seminar Internasional Budaya dan Tradisi Pasifik Disambut Antusias

Seminar internasional Pacific Culture and tradition yang berlangsung sejak Selasa pagi (4/12) hingga petang menghasilkan beberapa rekomendasi. Meski dimulai lebih lama dari waktu yang ditentukan, kegiatan yang digelar oleh Kementrian Pendidikan Nasional ini dipenuhi peserta dari berbagai unsur masyarakat, mulai mahasiswa, dosen, serta para pemerhati tradisi dan budaya regional Sulawesi dan dibuka oleh gubernur SUlawesi Utara, Dr. Sinyo Harry Sarundajang.

Hadir sebagai pembicara Director General of Infomation and Public Diplomacy, Ministry of Foreign Affairs, A.M. Fachir, Editor in Chief majalah Prisma, Daniel Dhakidae, Antropolog Lawrence Blair yang mengupas tradisi dan budaya Pasific dalam perspektif antropologi, Duta Besar Republik Indonesia untuk Rusia dan Belarus Djauhari Oratmangun, wartawan senior Harry Kawilarang, dosen University of Quensland Annie Ross, Dosen Ilmu Arkeologi UGM Daud Aris Tanudirjo, Mantan Duta Besar Indonesia untuk Australia Sabam SIagian, peneliti dan penulis Australia Prof Dr. Heather CUrnow dan Sejarawan Didi Kwartanada.

Latar belakang seminar ini sendiri adalah pertimbangan bahwa kawasan Pasifik saat ini memegang peranan penting dalam pertumbuhan ekonomi dunia. Peranan penting kawasan ini pernah menjadi pandangan Sam Ratulangi, ketika menyatakan dalam tulisannya bahwa 60 persen kontainer dunia berada di Asia Pasifik dan 50 persen pertumbuhan ekonomi dunia juga ada di Asia Pasifik. Indonesia yang berada di posisi strategis di antara 2 benua yaitu Asia dan Australia dan dua samudra yaitu Samudra Pasifik dan dan Samudra Atlantik tentunya dapat memaikan peran penting dalam percaturan politik, ekonomi, sosial dan budaya di Pasifik.

"Seminar ini kaya materi. Mungkin terlalu luas untuk dibahas secara pleno dalam sehari. Jika dibagi ke dalam kelompok-kelompok sesuai dengan tema bahasan hasilnya akan lebih memuaskan", ungkap peserta dari Universitas Hasanuddin Makasar yang mengaku baru pertama kali datang ke Manado.

Seminar Internasional PACIFIC