- Kanal Berita Lain
- Nasional
- Internasional
- Berita Populer
- Kamis, 17 Mei 2012
Kawanua USA Dukung Pacific Partnership - Jumat, 18 Mei 2012
Larangan dibuat bukan untuk ditaati tapi diabaikan - Jumat, 18 Mei 2012
Bersatu dalam Kekuatan - Jumat, 18 Mei 2012
Angie Ogah Jadi Justice Collaborator - Kamis, 17 Mei 2012
Wagub Buka Konas dan Seminar Internasional IAIFI - Jumat, 18 Mei 2012
Wah, Ternyata Mengunyah Permen Karet Dapat Merusak Memori Jangka Pendek! - Jumat, 18 Mei 2012
Tragedi Sukhoi : Diupayakan Korban Terima Rp1,25 Miliar - Jumat, 18 Mei 2012
Walikota Bitung lepas gubernur
Dari seminar nasional "Maksimalisasi Potensi Pariwisata Sulut"
Manado perlu menej sampah
|
Kawasan pantai Malalayang selalu dikunjungi warga kota untuk rekreasi.
|
Permasalahan terbesar di Sulut yakni sampah. Hal ini terungkap dalam seminar "Memaksimalkan pariwisata Sulut" yang digelar Jumat kemarin di hotel Sintesa Peninsula di bilangan Gunung Wenang Manado. Seminar menghadirkan keynote speaker Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Dr. Marie Elka Pangestu.
Dalam sesi tanya jawab beberapa peserta mengungkapkan permasalahan tentang persampahan di Sulawesi Utara. Dalam seminar yang digelar Yayasan Sander Batuna tersebut, Angelique Batuna, aktivis lingkungan mengungkapkan kondisi pariwisata di Sulut di bidang kelautan. "Tantangan terbesar di Sulut adalah sampah. Ada turis yang memutuskan kembali lebih awal ke negaranya karena melihat sampah yang bertebaran," ungkap Angelique yang menambahkan bahwa reklamasi memberikan kontribusi jelek bagi biota laut. Selain itu, wanita berparas menarik itu juga menyoroti tambang besi di pulau Bangka Minut yang diberikan izin operasi meski tidak sesuai dengan tata ruang.
Komandan Lantamal juga menyoroti dunia pariwisata Sulut yang 'akan dibawa ke mana? Menurutnya, perlu adanya promosi secara sporadis dari semua unsur. "SDM di Sulut perlu dilatih," ungkapnya. Dan Lantamal juga mengangkat perlu dibentuknya budaya ramah dan murah senyum di toko-toko dan tempat-tempat wisata.
Y. Tulangi, budayawan Sulut menyarankan agar pariwisata Sulut dipercantik lagi agar lebih menarik. Dirinya juga mengusulkan kalau pantai Manado bisa dijadikan wisata bahari dan pelabuhan direlokasi. Sedangkan Wempie Punu menyarankan pentingnya membuka penerbangan langsung dari Sulut ke internasional.
Walikota Manado, GSV Lumentut juga memberikan masukannya terkait kondisi kota Manado dengan visinya untuk menjadi kota model ekowisata yang menyenangkan. Orang nomor satu di Manado yang datang ditemani wakil walikota, Harley Mangindaan tersebut membeberkan tentang budaya disiplin yang sedang dibangun di kota Manado, yakni budaya bersih dan budaya tertib, pertama dimulai semua pegawai demikian pula unsur TNI/Polri.
(lukmn/red)