Minggu, 9 September 2012 – 13:14 WITA Telah dibaca 1064 kali

DR. G.S.V. Lumentut, SH, M.Si, DEA Terpaksa Melanggar Aturan Lalu Lintas Demi Masuk ke Grand Kawanua

Anggota GMAHK (Advent) Banjiri GKIC, Lampaui Pengunjung Iven Dunia Sebelumnya

Ribuan orang mengunjungi KKR Mark Finley "Hope for Manado" setiap malamnya. Antusiasme pengunjung mencapai puncaknya di hari Sabtu (8/9) pagi, di mana sekitar 15 ribu orang tumpah ruah di seputaran Grand Kawanua International Convention (GKIC) Kairagi Manado.

Luar biasa pengaruh sosok Evangelis Internasional Mark Finley bagi masyarakat Sulawesi Utara khususnya di kalangan anggota gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK). Ribuan orang tumpah ruah di kawasan Grand Kawanua International Convention (GKIC) di bilangan Kairagi tempat KKR "Hope for Manado" digelar setiap malamnya dan Sabtu pagi (8/9), kerumunan itu mencapai puncaknya dan memecah rekor kepadatan pengunjung terbanyak. Sekitar lima belas ribu orang memadati area yang menjadi langganan digelarnya berbagai iven dunia seperti World Ocean Conference (WOC), Choral Triangle Innitiative (CTI) Summit dan ASEAN Tourim Forum (ATF) Minister ini.

Sejak pukul 06.15 WITA sudah puluhan mobil terparkir di halaman parkir GKIC padahal acara akan dimulai pada pukul 07.30 WITA dan Mark Finley nanti berbicara di hadapan publik pada pukul 11 siang. "Pagi saya jalan berkeliling hotel, saya melihat sudah ada puluhan kendaraan yang parkir dan untuk mengikuti acara pada jam 06.15", ungkap Mark Finley dalam khotbahnya di siang hari.

Kemacetan jalan raya Airport khususnya di seputaran Kairagi juga dirasakan penduduk sekitar. "Ada acara apa stow kang? dari pagi tu jalan ka airport macet", ungkap Anto, penjual nasi kuning yang tinggal di seputaran pertigaan Kairagi kepada reporter SUARAMANADO saat berpapasan di pertigaan Pertamina Kairagi.

Menjelang pukul 9, ruang parkirpun penuh sementara aliran kendaraan justru semakin ‘deras’ berdatangan. Kumpulan orang seperti tumpah ruah di seputaran ruang konvensi. Beberapa pengunjung dari luar daerah bahkan sudah datang sejak Jumat malam untuk mendapatkan tempat duduk di hari Sabtu pagi. "dari sore (Jumat-red) so turun dari Tondano. Ini mo tidor pa sudara di Ranotana supaya besok pagi-pagi so ada di sini (di GKIC-red)", ungkap Jantje, warga Eris saat ditemui Jumat malam.

Pengunjung KKR Mark Finley ternyata tidak hanya berasal di daerah daratan Sulawesi Utara saja, tetapi juga dari kepulauan Sangihe, Talaud dan Sitaro hingga Kalimantan dan Maluku Utara serta berbagai tempat lainnya di wilayah timur Indonesia. "Datang tadi malam", ungkap Stevi Loho, guru SD di Bawoleu. Hal senada diungkapkan Merry dan William, pengunjung asal Balikpapan dan Maluku Utara.

Pengunjung yang tidak berkesempatan melihat Mark Finley dari dekat berusaha mencari kesempatan mendengar lewat layar LCD yang sudah disediakan panitia di sayap kiri kanan luar gedung, sementara sebagian lainnya harus puas berada di seputaran lokasi, duduk di dalam mobil atau di tempat duduk sudah disiapkan dari rumah, menunggu kesempatan untuk masuk ke dalam ruangan, sembari bercengkerama atau bereuni dengan sahabat dan kenalan yang datang dari berbagai penjuru.

Apa gerangan yang menyebabkan masyarakat dari berbagai pelosok ini, jauh-jauh hari sudah menyisihkan waktu datang ke Manado demi mendengar khotbah dari seorang Mark Finley. Finley pembicara televisi Hope Chanel, evangelis, dan penulis buku ini pada tahun 2011 lalu sempat menghentak warga Advent sedunia dengan bukunya "Solid Ground (Tidak Tergoyahkan-red)" yang menjadi renungan satu tahun bagi umat GMAHK. Buku Finley yang menulis berbagai renungan rohani sekaligus motivasi bagi umat Kristen untuk tetap teguh dalam iman sambil menjalani kehidupan sehari-hari ini disinyalir menjadi salah satu daya pikat seorang Mark Finley di samping popularitasnya sebagai seorang Pembicara TV Hope Chanel dan salah satu pimpinan di GMAHK sedunia. "Orang ingin melihat dari dekat sosok Mark Finley yang sukses dan rendah hati", ungkap Lucky salah seorang panitia saat ditanyakan antusiasme pengunjung yang membludak.

Pentauan media ini, kemacetan utama berada pada titik pertigaan Grand Kawanua di mana ratusan mobil terparkir memenuhi jalan hingga ke pintu masuk GKIC. Ratusan lainnya bahkan diparkir di seberang jalan raya Airport sehingga mempersempit ruang gerak kendaraan menuju Airport Sam Ratulangi.

Walikota Manado sendiri dalam perjalanannya menuju ke lokasi untuk menutup rangkaian KKR harus melewati jalur keluar oleh karena jalan yang menjadi jalur masuk kendaraan sudah tertutupi dengan kendaraan. "Tadi saya tidak bisa masuk dan terpaksa harus melanggar aturan pemerintah dengan melewati jalur keluar oleh karena banyaknya kendaraan yang sudah menutupi pintu masuk", ungkap walikota Manado, Dr. GSV Lumentut dalam sambutannya. Walikotapun mengatakan bahwa dirinya sangat tersanjung karena dapat berdiri di hadapa 15 ribu umat Advent. " Belum pernah saya berdiri di hadapan orang yang demikian banyak seperti saat ini", ungkap Walikota.

Pimpinan gereja MAHK melalui Pdt. E. Sinewe, MA sudah menyampaikan permohonan maaf kepada anggota gereja khususnya bagi mereka yang tidak dapat masuk ke ruangan, akibat terbatasnya daya tampung GKIC yang ‘hanya’ 7000 orang, sementara lebih dari setengahnya berada di luar area. "Atas nama pimpinan gereja memohon maaf kepada anggota yang tidak dapat masuk dalam acara ini. Akan tiba saatnya kita akan bereuni besar-besaran saat kedatangan Yesus yang kedua kali, di mana tak ada lagi ruang yang membatasi kita", ungkapnya.

Dalam khotbahnya, Mark Finley mengajak jemaat untuk tetap percaya kepada kekuatan dan kuasa Tuhan yang sanggup mengubah banyak hal, termasuk membantu kita mengatasi kelemahan diri. "Tuhan tetap bekerja untuk memindahkan batu-batu kelemahan dan tantangan kita. Kristus yang bisa menghentikan aliran air Laut Merah di zaman Musa dan mendiamkan badai di laut masih belum melupakan kita. Untuk orang Kristen tidak ada yang disebut jalan buntu. di manapun anda duduk saat ini, di sudut ruangan, di bagian depan, di dalam maupun di luar ruangan, sekitar lima belas ribu orang di tempat ini, Kristus mengetahui kebutuhanmu", ujarnya.

Hadir dalam acara penutupan KKR "Hope For Manado" pada Sabtu siang, selain Mark Finley dan Walikota Manado, pimpinan GMAHK sedunia, yakni Pdt. Dr. Jonathan dan Kathleen Kuntaraf, pimpinan dan staf GMAHK se Uni Indonesia Kawasan Timur (UIKT), para pimpinan daerah dan konferens Manado dan Maluku Utara, Minahasa Utara dan Bitung, Minahasa, Bolaang Mongondow dan Gorontalo, Kepulauan Sangihe Talaud dan Sitaro beserta anggotanya masing-masing dan para tamu dari beberapa kota besar di Indonesia timur, seperti Jakarta, Makassar, Balikpapan hingga Maluku dan Papua.