Senin, 23 Juli 2012 – 08:08 WITA Telah dibaca 459 kali

Pastori 1 GMIM

GMIM Logos Kilu Permai Resmi Gunakan Pastori

Wakil Gubernur SULUT Dr, DjouhariKansil, MPd, Minggu (22/07) kemarin, meresmikan penggunaan Pastori Jemaat GMIM Logos Kilu Permai Wilayah Mapanget Satu.

"Peresmian Pastori tersebut diawali dengan Ibadah Pentahbisan dipimpin Pdt Dr. Nico Gara, yang ditandai dengan penanda tangan prasasti, penekanan tombol pembukaan selubung papan nama dan pengguntingan pita oleh Wagub Kansil dan pembukaan pintu oleh Pdt Gara. Usai pengguntingan pitah dilanjutkan dengan peninjauan ke dalam ruangan pastor", ujar Ketua Tim Kerja Pengresmian dan Pentahbisan Pastori Satu Pnt. DR. Noudy R.P. Tendean, SIP, MSi.

Jemaat dan undangan mengikuti Ibadah syukur pentahbisan gedung Pastori di gedung gereja Logos di pimpin Pdt Nico Gara. Dalam Ibadah tersebut diisi pula puji-pujian dari majelis jemaat dan Paduan Suara GMIM Logos, tambah Pnt. Noudy Tendean yang sehari-harinya dikenal sebagai Karo Pemerintahan dan Humas Sekda Provinsi SULUT.

Wagub Kansil mengakui, jemaat GMIM Logos memiliki potensi yang besar, karena ternyata baik jemaat maupun pelsus yang tinggal di jemaat ini banyak yang berkaya di bidang pemerintahan, dan merupakan kader-kader birokrat yang berkualitas serta memiliki loyalitas yang tinggi. "Karena itu saya percaya jemaat ini akan terus berkembang, dalam membangun pelayanan kepada jemaat", ujarnya.

Peresmian pastori saat ini merupakan salah satu bukti dari potensi yang dimiliki oleh jemaat. Hanya kurang lebih 15 bulan telah mampu menyelesaikan rumah tempat tinggal pendeta yang melayani di jemaat ini. "Pastori ini sangat penting bagi seorang pendeta dalam menunjang tugas-tugas pelayanan kepada jemaat, sehingga nantinya pendeta tidak lagi memikirkan hal-hal lain menyangkut tempat tinggalnya melainkan hanya fokus pada pelayanan", katanya, sembari mengingatkan, agar jemaat jangan salah memanfaatkan harta yang merupakan berkat dari Tuhan. Dirinya mengingatkan bahwa harta kekayaan yang dimiliki harus di kelolah dengan baik, "jangan hanya dipakai untuk judi dan mabuk-mabukan, demikian pula dalam hal memberi persebahan, kita harus memberi yang terbaik kepada Tuhan, jangan nanti kurang sisa dari belanja baru mokase persembahan itu tidak baik"..