Senin, 12 Maret 2012 – 13:03 WITA Telah dibaca 658 kali

Rangkaian HUT GPI Ditutup dengan Malam Sabda dan Nada

Rangkaian peringatan HUT ke 407 Gereja Protestan di Indonesia (GPI) yang telah berlangsung sejak hari Rabu lalu diakhiri dengan Malam Sabda dan Nada yang berlangsung di GMIM Pniel Tuna Wilayah Mawakom Sabtu (10/3).

Peringatan HUT GPI yang diselenggarakan bersama oleh BPH Majelis Sinode GPI bekerjasama dangan MPH PGI dan BMPS GMIM dan dipercayakan penyelenggaraannya kepada GMIM telah diisi dengan kegiatan Seminar dan Lokakarya Nasional Strategi Bersama Pengurangan Resiko Bencana dan Pendidikan Politik Bagi Warga Geraja yang telah berlangsung selama 4 hari di Ruang Huyula Kantor Gubernur Sulawesi Utara.

Ketua Umum Panitia Pelaksana Dr. Djouhari Kansil, M.Pd mengatakan bahwa Seminar Strategi Bersama Pengurangan Resiko Bencana telah merekomendasikan Rencana Aksi Bersama Gereja-gereja Anggota GPI dan PGI untuk penanganan bencana dengan segala akibatnya baik pemulihan secara fisik maupun pemulihan mental warga yang terkena bencana.

Semiloka Pendidikan Politik Bagi Warga Gereja sendiri telah memberikan kesadaran bagi warga gereja akan tugas dan tanggungjawagnya sebagai warga gereja sekaligus sebagai warga negara untuk bertindak dan berbuat dalam upaya menciptakan penyelenggaraan kehidupan politik dan kebangsaan yang bernuasa iman Kristiani. Setelah mengikuti Seminar dan Lokakarya, para peserta larut dalam suasana penuh syukur dan pujian dalam Malam Sabda dan Nada yang dilaksanakan di GMIM Pniel Tuna Wilayah Mawakom.

Acara yang berlangsung meriah namun penuh dengan nuansa religius ini semakin marak dengan kehadiran Penyanyi Lagu Rohani Nomor Wahid dari Ibukota Victor Hutabarat yang melantunkan beberapa hits rohaninya dengan melibatkan seluruh hadirin termasuk Jemaat GMIM Pniel Tuna yang memadati tempat pelaksanaan acara. Pemberitaan firman disampaikan oleh Ketua BMPS GMIM Pdt. Piet Marthen Tampi, Sth. M.Si. Sejumlah Choir papan atas Sulawesi Utara seperti Benedicto Choir, Unima Choir, Gema Sangkakala, Manado Catholic Choir dan Penyanyi Lagu Rohani terkenal Rendy Lapian dan Grup Lawak Cipan juga memeriahkan malam sabda dan nada ini.

Selama hampir 4 jam Jemaat dan para pendeta dan utusan Gereja-gereja anggota GPI dari seluruh Indonesia dibuat terpana dengan lantunan suara emas paduan suara dan nyanyian Victor Hutabarat dan Randy Lapian. Pada kesempatan ini Wakil Sekretaris Umum MPH PGI Pdt. Lies Tamuntuan Makisanti, S.Th, M.Si menyampaikan sambutan atas nama PGI yang antara lain mengakui bahwa GPI merupakan pelopor kehadiran gereja secara kelembagaan di Indonesia yang juga telah membidani kelahiran Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia atau PGI.

Sementara itu, Ketua Umum BPH GPI Pdt. Dr. Samuel Benyamin Hakh memuji suasana kehidupan yang harmonis di Sulawesi Utara. Beliau juga sangat berterima kasih atas terselenggaranya semua kegiatan peringatan HUT ke 407 GPI yang telah didukung sepenuhnya oleh Pemprov SULUT.

Wakil Gubernur Sulawesi Utara Dr. Djouhari Kansil, M.Pd dalam sambutan penutupannya mengatakan bahwa momentum peringatan HUT GPI di SULUT sarat dengan nilai religius dan sosial. Kegiatan yang telah dilaksanakan adalah dalam rangka pemantapan kualitas iman, pemantapan karakter jemaat menuju pada kedewasaan iman sebagai warga gereja sekaligus warga masyarakat. Banyak pergumulan yang sedang dihadapi oleh bangsa ini dalam kehidupan politik dan kenegaraan termasuk dalam menjaga kebebasan hidup beragama saat ini dan juga termasuk dalam menghadapi bencana.

Oleh karena itu wagub menghimbau kepada semua masyarakat termasuk anggita gereja untuk menghindari isu-isu yang dapat menghancurkan harmonisasi kehidupan bangsa serta terus membangun kebersamaan dalam suasana saling menghormati agar pelaksanaan kegiatan pembangunan dapat berjalan dengan baik.

Pada kesempatan ini Wagub memberikan cendramata berupa Selendang Kain Bentenan dan beberapa ukiran khas dan brosur pariwisata SULUT kepada Ketua Umum BPH PGI, Wasekum MPH PGI dan seluruh peserta. (Kabag Humas Ch, Sumampow, SH.M.Ed selaku Jubir Pemprov SULUT).