Sabtu, 2 Mei 2015 – 23:51 WITA Telah dibaca 1778 kali

Rompas: Kongres X GAMKI Manado Berakhir di Meja Hijau

Pimpinan Majelis Sidang Menyerahkan Hasil Kongres X GAMKI kepada Ketua Terpilih Michael Watimena
SUARAMANADO, Manado. Secara resmi Kongres – X Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) - telah ditutup pada Minggu dini hari (3/5) tepat pukul 1’04 yang ditandai penyerahan hasil-hasil keputusan kongres dari 4 orang pimpinaan Majelis Sidang kepada Ketua Umum terpilih Michael Watimena untuk masa bakti 2015 – 2018 di Hotel Aryaduta Manado.

Michael Watimena kembali memimpin GAMKI masa bakti 2015 – 2018 sebagai Ketua Umum, dengan total perolehan 134 suara mengalahkan Astrid Lita dengan 33 suara dari 167 suara sah memilih. Proses pemilihan Ketua Umum sangat dinamis bahkan terjadi aksi walk-out dari DPD GAMKI Propinsi Sulawesi Utara dan DPD GAMKI DKI Jakarta yang menilai proses ini tidak sesuai dan melanggar Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga GAMKI.

Michael Watimena, Ketua Umum GAMKI Terpilih
Ketua DPD GAMKI Propinsi Sulawesi Utara Rivay Rompas, dengan tegas menyatakan produk Kongres-X GAMKI adalah produk gagal, dan tidak sesuai dengan Konstitusi organisasi. dari awal DPD GAMKI SULUT konsisten mengawal konstitusi orgranisasi, nah ketika ada produk kongres yang melanggar konstitusi organisasasi maka SULUT bersikap.

Salah satu sikap kita adalah walkout dari ruang sidang, karena kita tidak mau bertanggung jawab terhadap keputusan yang diambil, itu bentuk pertanggun jawaban moral terhadap gerakan ini.

Pelanggaran konstitusi pertama adalah soal usia. Jadi dalam mekanisme dan kriteria usia sesuai dengan AD/ART Pasal 40 menyebutakan bahwa; yang dimaksaud dengan pemuda anggota GAMKI adalah berumur antara 18 s/d 40 tahun. Anehnya yang mau jadi pengurus sampe umur 50 tahun, nah…. inikan berarti sudah ada sesuatu, upayah pelanggaran terhadap konstitusi.

Sementara, seluruh aktifitas gerakan organisasi seharusnya didasarkan pada konstitusi organisasi, sebagai landasan berpijak setiap aktifitas organisasi. Kalau ada aktifitas atau ada keputusan organisasi yang melanggar konstistusi, tentu itu preseden buruk buat organisasi.

Sebagai tuan rumah, GAMKI Sulawesi Utara, sebagai penyelenggara kongres ini merasa terpanggil dan bertanggung jawab terhadap masa denpan organisasi. Oleh karena itu, ketika AD/ART konstitusi dilanggar maka kita harus mengambil sikap, tapi bukan berarti tidak mendukung kongres ini, apalagi kita tuan rumah, kita tetap akan terus mengawal kongres ini hingga selesai.

Diperdebatkan dalam sidang pleno tentang kriteria dan mekanisme ketua umum, ada yang mempertahankan Opsi pertama usia s/d 40 tahun sesuai AD/ART, Opsi kedua s/d 45 tahun dan opsi ketiga hingga 50 tahun. Kita tidak persoalkan figuar siapa yang jadi, kalau terbuka buat semua kandidat hingga usia 100 tahun, ini bukan GAMKI lagi. Tegas Rompas.

Ketua DPD GAMKI Sulawesi Utara Rivay Rompas
Ini bukan bentuk kekecewaan terhadap gagalnya calon yang diusulkan masing-masing baik dari DPD SULUT, DKI Jakarta, DPD Makasar dan DPD dari Kupang. dari awal orientasi GAMKI SULUT bukan structural, tetapi orientasi GAMKI SULUT bagai mana kongres yang di SULUT mengukir sejarah baru buat GAMKI itu sendiri tentang meletakkan program GAMKI kedepan lebih baik lagi.

Ini bukan persoalan maju atau tidak majunya calon, tetapi soal kontitusi yang dilanggar, usia yang harusnya cuman close sampai 40 tahun dibuka sampe 50 tahun, itu sudah tidak benar.

GAMKI ini organisasi pelayanan, kalau organisasi pelayanan sudah dimainkan untuk kepentingan politik pratis, saya tidak setuju. Ternyata, saya baru sadar sekarang, kebenaran tidak selalu menang dari jumlah, jadi mayoritas itu ternyata penting.

Dalam pengambilan keputusan diputuskan dengan suara terbanyak, ketika musayawarah mufakat tidak tercapai, kita tidak ketemu dalam musyawarah mufakat, kalau difoting pasti kalah. Dipaksa juga percuma walau ngotot dalam pleno.

Hal ini bukan persoalan tidak mendukung, nanti saya dan teman-teman akan melakukan PTUN, kami sementara mengagas itu, upaya langkah hukum melalui PTUN. Jadi saya berharap proses PTUN nanti yang akan kita lakukan nanti, itu bukan langkah mundur organaisasi atau akan berpengarauh negative buat organisasi.

Justru saya berharap itu akan memberikan dampak positif, biar semua belajar bahwa teryata semua pergerakan itu harus berdasarkan konsititusi. Harapan kedepan, GAMKI akan perbaiki dirinya, akan menjadi lebih baik, karena itu kita berusaha melakukan proses-proses termasuk proses PTUN itu sendiri.

Untuk memperbaiki GAMKI secara perlahan-lahan, apapun caranya, apapun jalannya kita akan tempuh untuk memperbaiki gerakan ini, karena gerakan ini akan kita wariskan pada anak cucu kita. dan kita bertanggung jawab hari ini untuk menjaga gerakan ini, karena gerakan ini diwriskan oleh nenek moyang kita, untuk menjaga bangsa dan untuk menjaga eksistensi gereja itu sendiri.

Kata Rivay, kita sedang mematangkan dengan beberapa lawyer, besok (hari ini-3/5) ada pertemuan dengan lawyer tersebut untuk mencari moment yang tepat mendafarkan gugatan itu. Saya pastikan bulan ini gugatan didaftarkan.

Kita masih konsultasi dengan lawyer anak-anak GAMKI di Kabupaten Kota di seluruh Indonesia, telah ada 5 Lawyer Kader GAMKI yang menyatakan bersedia, dari Manado, Jakarta, Sulsel, Kalimantan dan masih ada Lawyer yang lain yang bersedia membantu.

Optimis berhasil dalam gugatan ini, karena jelas dalam AD/ART ditulis batasan usia, saat di PTUN saya yakin menang karena objek gugatannya jelas selaku bandan hukum. Tegas Rivay Rompas. (jansen)