Rabu, 11 Oktober 2017 – 02:38 WITA Telah dibaca 158 kali

Gelar Parlemen Jalanan, LMND SULUT Suarakan Ganyang Freeport

SUARAMANADO.com, Manado - Puluhan anggota LMND SULUT memadati Jl Boulevard tepatnya di depan monumen Wolter Mongonsidi, Selasa (10/10/2017) siang. Ditengah terik matahari mereka bernyanyi dan berorasi untuk Nasionalisasi PT Freeport Indonesia. Aksi ini dilakukan dengan landasan, Selama 50 tahun freeport ada dibumi Indonesia tidak ada sumbangsih yang berarti diberikan bagi republik dan masyarakat Papua. Melainkan hanya lubang besar bekas lahan pertambangan, kerusakan Ekologi, Kemiskinan, PHK Buruh, Kematian dan hanya sedikit pajak yang diberikan kepada pemerintah.

Mesak habary selaku koordinator Aksi dalam orasinya menandaskan soal berbagai macam manufer politik yang dilakukan freeport agar tetap mempertahankan status quo terhadap penguasaan bumi Papua mulai dari menyusun & mempermainkan Regulasi, mengintervensi kekuatan politik & Ekonomi, mengancam PHK, menggugat ke Arbitrase, tidak melakukan kewajibannya dalam membangun smelter,Menolak divestasi 51% bahkan pemerintah yang mewakili negara dibuatnya tunduk dan patuh terhadapnya.

"Freeport dengan manufer politiknya harus dilawan dengan persatuan gerakan rakyat. Sudah cukup negara ini dijarah dan dijajah. Negara tidak bole lagi tunduk terhadap freeport, saatnya mengganyang freeport sebagai simbol neokolonialisme", pungkas mesak.

Aksi yang diwarnai dengan berbagai bendera atribut LMND dan ada peserta yang mengecat tubuhnya dengan tulisan GNP 33 (Gerakan Nasional Pasal 33) menyedot perhatian pengendara yang melintas. Ditambah lagi dengan berbagai spanduk yang diantaranya bertuliskan Menangkan Pancasila, Usir PT Freeport dari Bumi Pertiwi dan berbagai tulisan bernuansa nasionalisme. di akhir orasinya Kordinator aksi membacakan poin-poin tuntutan mendorong Pemerintah Jokowi-Jk untuk:

1. Jika Freeport menolak divestasi saham 51% yang cukup kompromis maka seruan kita adalah nasionalisasi atau angkat kaki dari Indonesia

2. Pemerintah harus tegas dan mengakhiri struktur ekonomi Kolonial Freeport serta mendorong pembangunan smelter untuk pengolahan serta logam agar tidak ada lagi ekspor konsetrat terus menerus yang merugikan bangsa ini

3. Mendesak Freeportt mengakhiri kerusakan ekologi dan sosial yang disebabkan oleh kegiatan pembangunan Freeport yang mencemari tiga sungai besar yakni: Agebagaimana dihawagon, ottoman, Ajkwa

4. Hentikan perlakuan khusus terhadap Freeport dalam pemberian keringanan pajak

5. Prinsip pengelolaan kekayaan tambang Freeport harus mengabdi pada demokrasi ekonomi, sbagaimana dimaksud dalam ayat (1) pasal 33 UUD 1945. Disitu negara mengelola secara mandiri kekayaan alamnya dengan melibatkan Pemerintah Daerah, BUMN/BUMD, dan usaha bersama rakyat semacam koperasi

6. Mendesak kementrian keuangan, BUMN ESDM agar lebih berpihak pada kepentingan nasional bukan kepada Freeport

7. Mendesak Jokowi-Jk agar menjalankan TRISAKTI dan Nawacita secara konsekuen

(Satryano/Swd)