Senin, 17 Juli 2017 – 20:23 WITA Telah dibaca 362 kali

Pelaku Bully di Thamrin City Minta Damai dengan Korban

SUARAMANADO, Nasional: Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Jakarta Pusat Sujadiono mengatakan, korban SB dan pelaku pelaku bullying di kawasan Thamrin City telah sepakat menyelesaikan persoalan secara damai.

"Terjadi kesepakatan damai. Kalau beberapa hari sebelumnya sudah ada laporan ke polisi, maka hari ini pihak korban akan cabut laporannya", kata ujar Sujadiono saat dikonfirmasi Selasa (18/7).

Kesepakatan itu, sambung Sujadiono, diputuskan oleh kedua belah pihak tanpa intervensi dari pihak sekolah.

Terkait pemanggilan sejumlah pelajar pelaku ke Mapolsek Metro Tanah Abang hari ini, Sujadiono menuturkan bahwa hal tersebut merupakan bagian prosedur dari kepolisian.

"Kesepakatannya kan baru kemarin, sementara laporan ke polisi sudah masuk sehari setelah kejadian. Jadi surat pemanggilan sudah (terlanjur) dilayangkan. Butuh proses lah. Karena resminya berita acara pencabutan itu kan di Polsek (Metro Tanah Abang), kalau pertemuan kami sebelumnya hanya melibatkan unsur pelaku dan korban saja", ujarnya.

Dikeluarkan dari sekolah dan KJP dicabut

Sujadiono menegaskan, para pelajar pelaku bullying di kawasan Thamrin City bakal mendapat sanksi tegas dari pihak sekolah.

Menurutnya, pihak sekolah telah mengambil langkah tegas untuk mengembalikan sedikitnya 9 orang siswa yang diduga menjadi pelaku bullying terhadap seorang pelajar berinisial SB tersebut kepada orang tua mereka.

"Mereka diberi kesempatan untuk mencari sekolah lain. Karena orang tua mereka kan menitipkan mereka ke pihak sekolah, karena melakukan pelangaran, maka kami akan kembalikan kepada orang tua",.

Selain terkena sanksi dikeluarkan dari sekolah, para pelajar yang masih duduk di bangku SD dan SMP tersebut juga akan dicabut haknya atas fasilitas Kartu Jakarta Pintar.

"Jika mereka mendapatkan KJP, kami juga akan cabut selama setahun. Nanti dievaluasi lagi, melihat perilaku mereka di sekolah yang baru", kata Sujadiono.

Perundungan atau bullying terhadap siswa berinisial SB terjadi di Thamrin City, lantai 3A, Tanah Abang, Jakarta Pusat, sekitar pukul 13.00 WIB pada Jumat (14/7) lalu.

Penyebab awal kejadian diduga karena SB terlibat cekcok mulut dengan salah seorang pelaku.

Setelah cekcok mulut, hari selanjutnya SB dihadang di dekat sekolahnya dan diminta untuk pergi ke Thamrin City. Saat tiba di lokasi, sudah banyak teman-teman pelaku yang menunggu disana.

Dalam video yang beredar, dua orang pelaku yang dominan menganiaya korban menggunakan seragam SMP berwarna putih-biru. Keduanya menganiaya korban hingga tersungkur ke lantai.

Lalu di hari yang sama, sekitar pukul 23.30 WIB, korban langsung melapor kejadian ini ke Polsek Metro Tanah Abang. Saat itu pula, korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) guna menjalani visum. Hingga kini, polisi masih menyelidiki kasus tersebut.