Minggu, 9 Juli 2017 – 22:37 WITA Telah dibaca 371 kali

Kasubdit Pajak Akui Terima Suap: Tak Ada Kerugian Negara

Handang Soekarno

SUARAMANADO, Nasional: PNS Dirjen Pajak Handang Soekarno mengaku menyesal telah menerima uang dari PT EK Prima Ekspor Indonesia (EKP) terkait pengurusan uji materi Tax Amnesty di MK. Meski begitu, Handang tak terima jika disebut telah merugikan keuangan negara.

"Terlepas dari siapa pemicunya dalam perkara ini, saya mengakui telah melakukan kesalahan dan pelanggaran kode etik serta menyesali perbuatan yang telah saya lakukan", kata Handang saat membacakan nota pembelaan (pleidoi) di Pengadilan Tipikor, Jl Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (10/7/2017).

Handang menjelaskan, selama kira-kira 26 tahun menjadi PNS, belum sekali pun sebelumnya tersandung kasus hukum. Ia telah menjadi PNS sejak 1990.

"Selama itu saya belum pernah kena hukuman disiplin baik tingkat sedang maupun berat", ujarnya.

Menurut Handang tuntutan 15 tahun baginya terlalu berat dan setara dengan tuntutan seumur hidup. Apalagi dia merasa tak pernah merugikan keuangan negara dan jabatannya tidak terlalu tinggi di Dirjen Pajak.

"Hal ini sungguh sangat memberatkan dan tidak terbayang sama sekali. Hidup dan nasib saya menjadi berantakan, misterius, serta tidak jelas dibawa ke mana", tutur Handang.

"Yang saya terima adalah uang dari perusahaan swasta, saya bukan melakukan korupsi dana bansos, atau pun pembangunan sarana ibadah, atau hibah, apalagi bencana sosial. dan uang tersebut belum saya nikmati. Dalam perkara ini, perkara kerugian negara tidak ada", jelasnya.

Handang adalah Kasubdit Pemeriksaan Bukti Permulaan Direktorat Penegakan Hukum di Dirjen Pajak Kemenkeu, yang terjaring OTT KPK dengan barang bukti USD 148.500 atau setara Rp 1,9 miliar. Ia diyakini menerima suap dari Country Director PT EKP, Ramapanicker Rajamohanan Nair.

Handang disebut akan menggunakan uang tersebut untuk membiayai uji materi UU Tax Amnesty di MK. Hal tersebut dilakukan Handang karena Dirjen Pajak Kemenkeu Ken Dwijugiasteadi memerintahkan dia untuk membantu penanganan uji materi itu.

Selain untuk biaya uji materiil Tax Amnesty, lanjut Ali, uang suap tersebut rencananya akan dibagi-bagi Handang untuk beberapa pihak internal Ditjen Pajak, salah satunya Andreas Setiawan alias Gondres, yang merupakan ajudan Dirjen Pajak.

Pihak lain yang rencananya juga ‘diciprati’ Handang adalah Kabid Keberatan dan Banding Ditjen Pajak Hilman Flobianto dan Kepala Kanwil DJP Jakarta Khusus Muhammad Haniv.