Rabu, 17 Februari 2016 – 21:33 WITA Telah dibaca 1805 kali

Curang, Pilwako Manado Bakal ke MK

Kubu HJP-TORA Klaim Menang

Hanny Jost Pajouw (HJP) bersama Djenri Keintjem di salah satu agenda PDIP di Manado

MANADO – Babak baru Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Manado terindikasi curang. Potensi kecurangan bakal menyeret Pilkada Manado ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Kecurangan yang terjadi pada Pilkada Susulan 2016 mencuat kepermukaan. Menyusul input data dari KPPS kepada KPU Kota Manado telah menempatkan pasangan nomor urut 3 Vicky Lumentut-Mor Bastian meraih lebih dari 35 persen, Harley Mangindaan – Jimmy Asiku 32 persen, dan Hanny Joost Pajouw – Gregorius Tonny Rawung 32 persen.

"Data situs KPU Manado itu bukan final karena masih bersifat sementara. Sebab ada kesalahan-kesalahan disengaja atau tidak disengaja saat KPPS meng-input datanya", ungkap Ketua Tim Pemenangan Independen HJP-TORA Drs Roy Suot MSi di Markas HJP-TORA di bilangan Kairagi, Manado, Kamis (18/02). Dijelaskannya, kesalahan-kesalahan saat meng-input data nantinya diluruskan lagi oleh KPU Manado. Sebab nanti akan ada tahapan combine data KPU, data Panwas, dan data Saksi atau dari partai. "Akan di combine data KPU, Panwas, dan Saksi Partai. Jadi ini belum final", ujar Roy. Ditanya soal data tim pemenangan HJP-TORA, kata dia, kubunya menang di atas 38 persen. "Data internal kami menang 38 persen dari calon lainnya", tandasnya. Dikatakan soal indikasi ketimpangan terjadi manipulasi data pemilih, pemilih fiktif dan pemilih ganda, penggelembungan suara dari 811 TPS di Kota Manado. Sementara Ketua Tim Pemenangan HJP-TORA, Djendri Keintjem SH MH menegaskan, data-data penyelewengan tersebut dapat menjadi alat untuk proses hukum. "Kalau curang so pasti diproses hukum, tetapi kami berharap tidak. Sebab desk partai justru HJP-TORA yang unggul", tandasnya.(*)