Kamis, 21 Januari 2016 – 03:44 WITA Telah dibaca 517 kali

Gubernur Kukuhkan Manado Tourism Board

Penjabat Gubernur Sulawesi Utara Dr Soni Sumarsono MDM secara sederhana menegaskan tiga spirit dalam memajukan Sektor Pariwisata di Bumi Nyiur Melambai. Tiga spirit tersebut pertama bagaimana meningkatkan kunjungan wisatawan, kedua bagaimana memuaskan setiap wisatawan yang berkunjung dan ketiga bagaimana menancapkan kesan rindu untuk kembali berkunjung. Tiga spirit tersebut disampaikan Gubernur saat menghadiri pelantikan Manado Tourism Board (Badan Promosi Wisata) Kota Manado dan Forum Diskusi dengan instansi terkait, pelaku usaha serta stakeholders pariwisata se-Kota Manado di Gedung Aula Serbaguna Pemkot Manado, Selasa (19/01) kemarin.

Guna mendukung tiga spirit tersebut Gubernur meminta seluruh stakeholders pariwisata Kota Manado lebih memperhatikan masalah kebersihan dan keindahan setiap destinasi wisata yang ada di Kota Tinutuaan agar para wisatawan yang datang bisa merasa enjoy, apalagi Manado merupakan ibukota Provinsi yang menjadi entry point (pintu masuk) wisatawan untuk menuju destinasi wisata di kabupaten kota lain di SULUT.

Menurut Gubernur, jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke SULUT melalui pintu masuk Bandara Sam Ratulangi pada November 2015 sebanyak 1.428 orang atau meningkat sebesar 10,10 persen dibading Oktober 2015 yang berjumlah 1.297 orang. dan jika dibandingkan dengan kunjungan wisman bulan yang sama tahun sebelumnya sebanyak 943 orang terhadap kunjungan bulan November 2014 meningkat sebesar 99,85 persen.

Sementara untuk Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di SULUT November 2015 mencapai 62,54 persen meningkat 2,68 point dibanding TPK Oktober 2015 yang mencapai 59,86 persen. dengan TPK hotel bintang satu pada November 2015 mencapai 83,67 persen dan merupakan TPK tertinggi diikuti hotel bintang lima sebesar 69,94 persen, hotel bintang empat sebesar 64,35 persen, hotel bintang tiga sebesar 62,65 persen dan hotel bintang dua sebesar 13,89 persen. Rata-rata lama menginap tamu (RLMT) asing dan lokal dihotel berbintang November 2015 mencapai 3,98 hari, meningkat 0,21 point dibanding Oktober 2015 sebesar 3,77 hari.

Untuk RLMT Indonesia pada November 2015 mencapai 1,90 hari, meningkat 0,22 poin dibanding Oktober 2015 sebesar 1,68 hari. Secara keselurahan RLMT pada November 2015 sebesar 2,01 hari meningkat 0,24 poin jika dibandingkan dengan September 2015 yang mencapai 1,77 hari.

Gubernur juga menyampaikan lima tantangan sektor pariwisata di SULUT yaitu, belum adanya sharing ideolagi, keseragaman visi, misi dan langkah dari stakeholders pariwisata di daerah, infrastruktur penunjang yang belum merata dan memadai, SDM di sektor kepariwisataan perlu untuk terus ditingkatkan baik secara kualitas maupun kuantitas, media dan sarana informasi serta promosi yang belum optimal dilaksanakan serta pengelolaan potensi wisata yang belum maksimal.

Di akhir penyampainnya Sumarsono menegaskan program "marijo ka manado" perlu dipahami sebagi sebuah spirit ideologi yang merupakan ajakan kepada segenap masyarakat dan stakeholders pembangunan di Bumi Nyiur Melambai. "Program ini untuk bersama-sama memiliki kesadaran dan mengambil peranan yang aktif dalam mengangkat serta menggelorakan kembali pemanfaatan dan pelestarian potensi pariwisata di SULUT, demi percepatan pembangunan daerah secara menyeluruh", kunci Sumarsono.