Rabu, 29 April 2015 – 19:56 WITA Telah dibaca 686 kali

Kemenko PMK Bedah Program Penanggulangan Kemiskinan di SULUT

Lokakarya Kementrian Koordianator Pembangunan Manusai & Kebudayaan di Paninsula Hotel Manado
SUARAMANADO, Manado. Kementrian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan mengsinergikan kebijakan pemerintah Pusat dengan pemerintah Daerah Propinsi Sulawesi Utara dalam penanggulangan kemiskinan dan perlindungan sisial untuk membangun kesejahteraan masyarakat, dalam kegiatan Lokakarya di Hotel Peninsula Manado (29/4).

Deputy Bidang Perlindungan Sosial Chazali Situmorang Kemenko PMK menjelaskan tujuan diselenggarakan Lokakarya ini adalah membangun sinergitas mulai dari perencanaan dan pelaksanaan pembangunan antara Pusat dan Daerah khususu penanggulangan kemiskinan dan perlindungan sosial lingkup Kemenko PMK. Sehingga Daerah tahu kebijakan Pusat yang telah dirumuskan dan disosialisasikan dan daerah juga cepat menyesuaikan dengan rencana pelaksanaan di daeraha sehingga tidak ada misslink antara Pusat dan Daerah.

Panitia Lokakarya dari Kemenko PMK
Ditambahakan Situmorang juga selaku Ketua Dewan Jaminan Sosial Nasional, Jika ada hal yang kurang jelas maka forum ini diperoleh informasi yang sebebarnya, rapat yang dilaksanaka hingga Ishoma, menurutnya, tidak perlu lama-lama duduk rapat dengan maksud agar segera kerja-kerja-kerja. Fokus diskusi dan tanya jawab yang melibatkan pihak BPJS Kesehatan, BPJS Tengaga Kerja, Perum Bulog dan Dinas Sosial Propinsi SULUT membahas 4 point yang dibahas tuntas.

Intinya memajukan terutama aspek Kesehatan untuk penyelenggaraan sistim jamainan sosialnya melalui Kartu Indonesia Sehat, aspek Sosial berkaitan dengan penanggulangan kemiskinan yang diserahkan dinas sosial, kemudian berkaitan penyaluran Raskin program pangan dari Perum Bulog, dan penyelenggaraan jaminan sosial Ketenagakerjaan.

Pemerintah saat ini berkomitmen kuat dalam Penanggulangan Kemiskinan mulai dari bawah, yang sangat miskin di telusuri dan dilakukan upaya untuk keluar dari kemiskinan. Target keluar dari kemiskinan turun 5–7% sesuai rencana telah disusun hingga 5 tahu kedepan dari tingakat kemiskinan Nasional 11% atau bisa turun setengahnya dari jumlah sebelumnya. Jelas Sotumorang. (jansen)