Jumat, 14 November 2014 – 05:01 WITA Telah dibaca 824 kali

Seminar Budaya Rekomendasikan Perda Bahasa dan Budaya Daerah

Jendri Sualang, S.Pd. (kiri) Kabid Dikmen Diknas Propinsi SULUT
SUARAMANADO, Manado. Seminar Pendidikan dan Budaya se Propinsi Sulawesi Utara menghasilkan sejumlah rekomendasi yang menjadi kesepakatan dari tokoh adat dan budayawan Sulawesi Utara bahkan budayawan dari luar SULUT atas fenomena semakin tergerusnya nilai-nilai baik budaya tutur maupun hasil kerativitas berbasis akar budaya lokal Sulawesi Utara.

Sejumlah Pakar Budayawan di SULUT seperti Yessy Wenas, A.B.G Ratu, Richard D. siwu, Tino Tandayu, Fendy Parengkuan, dengan jelas memperlihatkan kegusaran mereka akan keadaan generasi saat ini yang semakin jauh kehidupan perilaku mereka dari nilai-nilai luhur budaya baik dalam bentuk tutur kata maupun penggunaan symbol-simbol budaya yang kaya dan memiliki kreativitas tinggi.

Keprihatinan kehilangan kebudayaan lokal Sulawesi Utara juga mendapat perhatian dari budayawan dari luar melalui keterlibatan dalam seminar ini yaitu Robert Sibarani, Yus Rusyana,Suminto A. Sayuti, Apri Salam, Ayu Sutarto, Aswendo Atmowiloto, Darwin Muksin dan Ratun Oentoro. S

Asiano. G. Kawatu,SE.M.Si Membuka Seminar Pendidikan dan Kebudayaan
ejumlah rekomendasi yang dihasilkan yaitu mendesak adanya Perda tentang bahasa dan budaya lokal serta dimasukkan sebagai muatan lokal disekolah. Kepala Diknas Propinsi Sulawesi Utara Asiano G. Kawatu, S.E M.Si. membenarkan dimana penggunaan budaya tutur kata dalam bahasa daerah masing-masing di Propinsi Sulawesi Utara semakin jarang diguanakan terutama generasi saat ini.

Kawatu sangat setuju jika persoalan ini diangkat bersama agar generasi kedepan tidak kehilangan jati diri budaya daerah sendiri melalui pembelajaran di sekolah-sekolah melalu pelajaran Muatan local. Untuk menunjang program ini, maka harus ada Pusat Penelitian Kebudayaan Daerah dan Majelis Budaya Daerah hingga di Kabupaten / Kota.

Selain itu yang menari dari salah satu Rekomendasi adalah memperkuat hubungan budaya antar dua Negara yaitu Philipina dan Indonesia. Sekaligus sebagai rintisan diselenggarakannya Seminar Internasional Budaya di Manado Tahun 2015. Seminar kali ini yang berlangsung di Hotel Sutanraja Kab. Minahasa Utara dihadiri oleh Mr. Dela Rosa Laburgos Konjen Philipina di Manado selaku narasumber.

Menurut Jendri Sualang,Kabid Dikmen Propinsi SULUT selaku penanggung jawab kegiatan, kegiatan ini bertujuan menanamkan dan membina apresiasi budaya khususnya nilai tradisional. Membina dan meningkatkan kreativitas masyarakat Sulawesi Utara melalui Dekranas dan SKPD terkait lainnya. Peserta datang dari utusan sekolah dan kelompok budayawan Kabupaten / Kota se SULUT. (jansen)