Senin, 18 Februari 2013 – 14:08 WITA Telah dibaca 1670 kali

Masyarakat Dirikan Posko

SULUT Inventarisir Korban Bencana Alam

Bencana alam banjir, tanah longsor dan angin puting beliung menimpa beberapa wilayah di Sulawesi Utara, yakni Manado, Minahasa dan Sitaro. Banjir dan tanah longsor yang terjadi sejak pukul 03:00 WITA di kota Manado, Minggu (17/2) kemarin mengambil korban terbanyak, yakni 7 orang.

Banjir di Manado

Wakil Gubernur SULUT Dr. Djouhari Kansil MPd, meninjau beberapa lokasi bencana tanah longsor dan banjir bandang antara lain di Gereja Kristen Kalam Kudus kompleks perumahan mewah Citra Land dan Cluster Eden Bridge di kawasan itu. Wagub juga meninjau sejumlah kawasan longsor di Kecamatan Singkil.

Bencana tanah longsor yang terjadi sejak pukul 09:30 WITA menutup dinding gereja Kalam Kudus Citra Land dan puluhan kendaraan roda empat dan roda dua. Sejumlah pejabat pemerintah provinsi SULUT terlihat bersama wagub, antara lain Kepala BNPB Hoyke Makarawung, Kadis Sosial Anwar Panawar, Kadis PU Eddy Kenap dan Pejabat dari Dinkes SULUT. Wagub dan rombongan meninjau tiga rumah di Cluster Eden Bridge di kawasan Citra Land Manado yang sudah masuk wilayah Pemerintah Kabupaten Minahasa. di lokasi justru paling banyak meminta korban jiwa, ada 6 (enam) orang meninggal dunia akibat rumah mereka diterjang tanah longsor. Bahkan, satu dari tiga rumah itu rata dengan tanah.

Upaya tanggap darurat terhadap kendaraan yang terkena longsorpun langsung dilakukan. Kendaraan dievakuasi dengan kendaraan derek dari BNPB SULUT yang dibantu dengan alat berat dari Citra Land ke tempat yang lebih aman sekaligus membuka kembali akses jalan yang tertutup longsor, ungkap Kasubag Penerangan dan Publikasi Pemprov SULUT, AR. Rambing. Evakuasi penyelamatan satu korban yang masih hidup akibat terjepit reruntuhan material dinding rumah dan tanah, yaitu perempuan bernama Rafda Oroh juga diupayakan. Perempuan yang bertahan hidup selama enam jam setengah berada di reruntuhan itu akhirnya meninggal dunia akibat sulitnya lokasi evakuasi. kepada Rafda, Dinkes SULUT sempat melakukan tindakan medis dengan memberi infus. Rafda akhirnya meninggal dunia pada pukul pukul 15:00 WITA.

Wagub dan rombongan juga sempat menyaksikan evakuasi jenasah Tommy Maripi, yang merupakan petugas keamanan Citra Land, serta anak berusia tiga tahun Enggelica Kawilarang yang telah ditemukan. Kedua korban langsung diperintahkan oleh Wagub Djouhari Kansil untuk segera dibawah dengan Ambulance BNPB SULUT ke RSUP Kandow. dari Informasi yang diterima Humas Pemprov, 6 korban jiwa tersebut seluruhnya sudah ditemukan, bahkan enam jenazah kini berada di RSUP Kandou. Keenam korban tersebut yaitu kakak beradik Leydy dan Rafda usia dua puluhan tahun dan SatPam Tommy Maripi yang ditemukan disamping rumah Leydy Oroh, serta satu keluarga suami isteri dan anak yaitu Frangky Kawilarang, Elisabeth Palit dan anaknya Enggelica (keluarga Kawilarang-Palit).

Di kelurahan Wawonasa Kecamatan Singkil, ratusan rumah penduduk tergenang air. Lokasi banjir yang paling parah berada di Kelurahan Paal Dua yaitu di Paal Dua Atas, Kampung Tubir, Malvinas Dendengan Luar, Kelurahan Ketang Ternate Baru, Wawonasa dan di Mahawu. "Karena itu Pemprov akan segera melaporkan hal ini ke pemerintah pusat", tegas Kansil.

Selanjutnya Kansil mengatakan, di Kabupaten Sitaro juga telah terjadi bencana akibat angin puting beliung yang mengakibatkan tiga orang meninggal dunia dan dua orang berhasil diselamatkan. Bencana tersebut terjadi di Kampung Lia I Kecamatan Siau Timur.

Kepala BNPB Hoyce Makarawung menyebutkan, jumlah korban meninggal seluruhnya 16 orang, terdiri atas 7 korban meninggal di Manado, yaitu Perum Handayani Ranomuut satu orang, empat orang di Kelurahan Tingkulu, satu orang hanyut yaitu warga Kombos dan satu orang di Sindulang. Citra Land Minahasa 6 orang dan Sitaro 3 orang. Makarawung mengatakan bahwa kendaraan yang tertimbun di gereja Kalam kudus 12 sudah evakualsi sementra lainnya masih tertimbun yang diperkirakan berjumlah 8 kendaraan.

Sementara itu, sejumlah posko untuk membantu korban bencana sudah didirikan di kota Manado. Semuanya menggalang bantuan untuk membantu meringankan beban para korban. Bantuanpun mulai mengalir, baik dari kota Manado maupun dari sejumlah daerah lain.

"Pray for my countryland", Eling Emor, warga Kawanua yang sudah lama bermukim di Amerika Serikat melalui akun Facebooknya.