Telah dibaca 109 kali
Rabu, 22 Februari 2012 - 04:20 WITA

Wagub: PNPM Mandiri Berhasil Tumbuhkan Kolektibilitas Partisipasi Warga Miskin

Wakil Gubernur Sulut DR Djouhari Kansil, Mpd menyatakan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan (PNPM-Mpd) telah terbukti berhasil menumbuhkan kolektibilitas partisipasi masyarakat miskin.
Hal tersebut disampaikan Wagub saat membuka Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Pelaku PNPM Mandiri Perdesaan tingkat Provinsi Sulut tahun 2012 yang digelar di Manado Convention Center Selasa (21/02) kemarin.

“Program PNPM Mandiri secara signifikan turut mensolusikan penyediaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan kelompok masyarakat miskin, peningkatan kualitas SDM pedesaan serta berbagai dampak positif lainnya,” ujar Wagub.

Dilanjutkannya, dengan adanya program PNPM Mandiri bisa membangkitkan visi pembangunan daearah Sulut yang semakin berdaya saing dan sejahtera. Hal tersebut mendorong semangat dan komitmen bersama untuk senantiasa merangkai berbagai perangkat strategis dari lintas sektor, aspek dan lintas generasi, sehingga dapat menunjukan kinerja sangat menggembirakan khususnya dalam pembangunan ekonomi makro.

Sampai dengan akhir tahun 2011 Sulut telah berhasil mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 7,29 persen, menekan inflasi sebesar 0,96 persen, menekan angka pengangguran 9,19 persen, serta angka kemiskinan 8,51 persen. Pertumbuhan ketahanan pangan dan kesehatan juga mencapai respon kenaikan yang baik, keseuksesan semuanya turut disertai oleh peran PNPM Mandiri.
“Berbagai keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras kita semua, termasuk capaian PNMP Mandiri Perdesaan, meskipun belum mencapai target yang diinginkan, menjadi penting pula, salah satu fokus utama adalah pengurangan kemiskinan yang menjadi krusial untuk ditangani dan disolusikan bersama,” kata Kansil.

Pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan pembangunan, berbagai upaya tersebut tentunya memerlukan dukungan dari semua pihak terkait, termasuk melalui pengintegrasian dan perluasan program pengentasan kemiskinan berbasis pemberdayaan masyarakat, seperti halnya program PNPM Mandiri sebagai lanjutan dari Program Pengembangan Kecamatan.

Wagub mengingatkan besarnya sumbangsi PNPM Mandiri dalam gerak pembangunan daerah, maka diharapkan komitmen pemerintah Kabupaten Kota untuk tetap konsisten dalam mengalokasikan dana daerah urusan bersama (DDUB) melalui APBD masing-masing, disamping terus melaksanakan pendampingan, pembinaan dan pengawasan melekat terhadap setiap pelaksanaan program, serta senantiasa melindungi dan melestarikan program yang telah dicapai lewat alokasi anggaran pemeliharaan.

“Saya berharap melalui forum ini bisa menjadi media strategis untuk berbagi pendapat, ide dan gagasan sebagai langkah aktif mendeteksi berbagai permasalahan terkait implementasi PNPM Mandiri pedesaan dalam rangka percepatan peningkatan kesejahteraan rakyat,” ujar Wagub.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa Provinsi Sulut, DR. Drh F D Rotinsulu dalam laporannya menyatakan, rakor tersebut dihadiri oleh 800 orang, terdiri dari Bupati/Walikota se Sulut, kepala BPMPD se Sulut, Konsultan PNPM Mpd, para fasilitator Kbupaten/Kecamatan, PNPM LPM, Badan Kerjasama Antar Daerah, unsur perbankan dan undangan lainnya. Hadir sebagai nara sumber yakni Direktur Kelembagaan dan pelatihan Masyarakat Ditjen Pemberdayaan masyarakat dan desa Kementrian Dalam Negeri Drs Kun Wildan. Mba, Deputi penanggulangan Kemiskinan Kementrian Koordinator Kesejahtaraan Ri, Hadi Santoso, perwakilan Bank Dunia Sentot Surya Satria, dan perwakilan Bappenas Agus Masyur. (Kabag Humas Ch Sumampow. SH,Med selaku Jubir Pemprov)

(red)
Penulis: Redaksi SuaraManado.com
Beri Komentar