Jumat, 21 Desember 2012 – 15:17 WITA Telah dibaca 1014 kali

Pemprov Seriusi Pembentukan Provinsi BMR

Wakil Ketua Tim Kerja Panitia Pembentukan Provinsi Bolmong Raya (PBMR) Pemprov SULUT Drs. Mecky M Onibala, MSi menegaskan, Pemerintah Provinsi SULUT melalui Gubernur Dr. Sinyo Harry Sarundajang sangat mendukung terbentuknya PBMR.

Penegasan Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Provinsi SULUT itu, disampaikan didepan pertemuan Panitia Pembentukan PBMR, Tim Pengkaji, Tokoh Masyarakat, Perwakilan LSM dan Mahasiswa di hotel Senator Kota Kotamobagu, Kamis (20/12), kemarin. Pertemuan yang dihadiri Wakil Walikota Kotamobagu Ir. Tatong Bara, Ketua DPRD Bolmong Abdul Kadir Mangkat, Rektor UDKUmar Paputungan, Asisten Ekonomi Pembangunan Bolsel Ibrahim Podomi, kabag Pemerintahan Bolmong Jemmy Sako SH, anggota Panitia pementukan PBMR Djainudin Damopolii, serta beberapa pejabat Biro Pemerintahan dan Humas Setda Provinsi SULUT diantaranya Karo Pemerintahan dan humas Dr. Noudy RP. Tendean, SIP MSi, Kabag Pemerintahan Drs. Lucky Tajuh MSi, Kabag Otda Willem Saroinsong, S.Sos MSi, Kasub Otda Danny Tamara, S.STP MSi, dan Kasubag Penerangan dan publikasi AY. Rambing, S.Sos, dan Staf Humas Michael Tukunang.

Onibala mengatakan, kehadiran dalam pertemuan penting ini merupakan perintah langsung Gubernur Sinyo Sarundajang dan Sekprov SULUT Ir. Siswa R Mokodongan selaku Ketua Tim Kerja Panitia Pembentukan P BMR Provinsi SULUT. Karena itu semua stakeholders di Bolmong raya tidak perlu merasa ragu terhadap komitmen pemprov dalam mendukung pembentukan PBMR. Sembari menyebutkan justru hal ini telah menjadi nasar dari Gubernur SHS, sekaligus membantah anggapan yang berkembang selama ini kalau Gubernur tidak serius dengan pembentukan PBMR, tegas mantan Penjabat Bupati Minsel ini. Karena itu Onibala berharap, panitia lokal segera melengkapi beberapa kekurangan kajian administrasi yang ada, karena itu pemprov hanya tinggal menunggunya saja.

Sekretaris Tim Kerja Panitia Pembentukan PBMR Prov. SULUT Dr. Noudy RP. Tendean, SIP.MSi menyebutkan, rencana pembentukan PBMR bukan nanti berkembang di tahun 2012 ini, namun diakuinya sudah sejak jauh hari itu telah dilakukan pemprov SULUT, karena daerah Totabuan sejak 2008 telah masuk dalam grand design pemprov SULUT terkait dengan pengelolaan kewilayahan, papar Karo Pemerintahan dan Humas Setda Provinsi SULUT. Perlu dijelaskan pula, dalam grand design pemprov SULUT sudah mengkaji wilayah SULUT idealnya terbagi kedalam tiga provinsi. Selain PBMR, satunya lagi provinsi Nusa Utara. Jadi harus dipahami bersama, wacana ini sudah sangat lama, karena Gubernur sangat merespon dengan usulan tersebut, ujar mantan Direktur IPDN Regional SULUT ini, sembari mengingatkan, bahwa grand design ini sudah berada di kemendagri.

Tendean mengatakan, dari hasil kajian tim pemprov, berdasarkan amanat Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 /2007 Tentang Tata Cara Pembentukan, Penghapusan dan pengabungan daerah, terkait dengan syarat administratif sudah tidak ada masalah yang berarti. Namun menjadi catatan panitia lokal sesegera mungkin melangkapi syarat teknis (fisik kewilayahan) dari 35 indikator penilaian, masih ada enam atau tujuh poin yang belum lengkap seperti kependudukan, kemampuan ekonomi, potensi daerah, peta wilayah, dan penyelsesaian batas wilayah baik sesama kabupaten/kota Bolmong Raya maupun juga dengan kabupaten lain di luar Bolmong, kiranya segera dituntaskan, ujarnya Dr jebolan UGM.

Wakil Walikota Kotamobagu Tatong Bara, mengharapkan, kiranya apa yang masih menjadi kekurangan dalam persyaratan teknis kewilayahan ini, secepatnya dilengkapi baik oleh pemerintah maupun panitia lokal. Ketua Panitia Pembentukan Provinsi BMR Drs H. Abdullah Mokoginta meminta seluruh elemen warga Bolmong Raya untuk bersama-sama berdoa, bersabar serta mendukung langkah panitia dan tim kajian pembentukan provinsi BMR ini. Disamping itu mantan Wagub SULUT ini menambahkan agar warga Bolmong Raya tidak termakan oleh isu-isu dari oknum yang tidak bertanggung jawab, karena gubernur SULUT sudah sangat jelas mendukung pembentukan PBMR. Karena administrasinya saat sedang berproses.