- Kanal Berita Lain
- Nasional
- Internasional
- Berita Populer
- Kamis, 17 Mei 2012
Kawanua USA Dukung Pacific Partnership - Jumat, 18 Mei 2012
Larangan dibuat bukan untuk ditaati tapi diabaikan - Jumat, 18 Mei 2012
Bersatu dalam Kekuatan - Jumat, 18 Mei 2012
Angie Ogah Jadi Justice Collaborator - Kamis, 17 Mei 2012
Wagub Buka Konas dan Seminar Internasional IAIFI - Jumat, 18 Mei 2012
Wah, Ternyata Mengunyah Permen Karet Dapat Merusak Memori Jangka Pendek! - Jumat, 18 Mei 2012
Tragedi Sukhoi : Diupayakan Korban Terima Rp1,25 Miliar - Jumat, 18 Mei 2012
Walikota Bitung lepas gubernur
Boediono buka seremoni ATF
Ditandai dengan pemukulan Tetengkoren, tepat pukul 20.15 Kamis, 12 Januari 2012 Wakil Presiden Republik Indonesia Dr. Boediono secara resmi membuka The 31th ASEAN Tourism Forum di Grand Kawanua Convention Centre Kairagi Manado. Pembukaan ATF ini akan mengawali rangkaian pertemuan para menteri pariwisata ASEAN dengan Menteri atau pejabat setingkat menteri pariwisata dari negara-negara mitra dialog seperti Jepang, Korea, China.
Gubernur Sulawesi Utara Dr. Sinyo Harry Sarundajang dalam Welcome Speech-nya menyatakan terima kasih kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Marie Pangestu yang telah mempercayakan Sulawesi Utara menjadi tuan rumah penyelenggaraan event terhormat ini. Kesempatan ini sangat berharga karena Sulawesi Utara mendapatkan peluang untuk mempromosikan secara langsung kepada masyarakat pariwisata ASEAN potensi yang dimiliki berupa objek-objek wisata yang sangat menarik untuk dikunjungi. Gubernur juga mengharapkan para peserta forum ini akan memanfaatkan kunjungannya ke Sulawesi Utara untuk melihat dan kemudian mempromosikan potensi pariwisata Sulut ke negaranya masing-masing. Pada bagian akhis sambutannya Gubernur mengharapkan para peserta dapat menikmati kunjungannya di Sulawesi Utara, menikmati keindahan alam dan keramahtamahan masyarakat dan kelezatan kuliner Sulawesi Utara.
Sekretaris Jenderal United Nation World Tourism Organization Thalib Rivai dalam sambutannya menyatakan bahwa ASEAN merupakan wilayah yang sangat penting di dunia. 70% masyarakat dunia melakukan perjalanan ke ASEAN setiap tahunnya daan 30% kegiatan perekonomian dunia berada di ASEAN. Hal ini merupakan peluang yang harus dimanfaatkan oleh sektor pariwisata ASEAN. Untuk itu diperlukan upaya bersama negara-negara ASEAN untuk mengatasi kendala-kendala yang dapat menghambat perkembangan pariwisata di wilayah ini seperti kendala High Cost Tourism dan Konektivitas antar negara ASEAN.Forum ATF ini diharapkan akan menghasilkan rekomendasi-rekomendasi yang dapat mengatasi kendala-kendala ini. Hal yang sama juga disampaikan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Marrie Elka Pangestu. Menteri mengakui pengembangan pariwisata di negara-negara ASEAN masih menghadapi kendala-kendala seperti tersebut di atas. Namun Menteri sangat optimis forum ATF saat ini akan mampu mengahsilkan rekomendasi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Dalam tiga hari pertemuan NTO's dan Pre ATF Meeting yang dilakukan oleh para menteri telagh dihasilkan banyak kesepakatan yang akan sangat membantu pengembangan paruiwisata di ASEAN. Secara khusus menteri mengatakan bahwa dipilihnya Sulawesi Utara menjadi tuan rumah antara lain untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Pariwisata Indonesia bukan hanya yang selama ini sudaj dikenal seperti Bali dan Jawa tapi masih banyak potensi pariwisata di lainnya yang tidak kalah menarik seperti di Sulawesi Utara.
Pada kesempatan memberikan sambutan Wakil Presiden RI kembali memuji Sulawesi Utara sebagai salah satu daerah yang mengalami perkembangan yang sangat pesat. Perkembangan ini ditunjang oleh posisi strategis Sulut yang langsung berhadapan dengan Asia Pacifik sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di dunia. Wapres mengakui bahwa dunia saat ini sedang merasakan pengaruh krisis ekonomi dan politik yang terjadi di berbagai belahan dunia seperti di Eropah dan Timur Tengah namun demikian, menurut Wapres pariwisata di ASEAN relatif berkembang cukup stabil dan tidak terlalu terpengaruh dengan kondisi-kondisi tersebut. Momentum ini harus tetap dijaga dengan semakin membangun dan mengembangkan mutual understanding and cooperation antara negara-negara ASEAN khususnya di bidang pariwisata. Untuk itu sangat diperlukan ASEAN Tourism Strategic Plan yang dapat memandu setiap negara ASEAN untuk mengembangkan pariwisata di negara-negara mesing-masing dalam semangat ASEAN Connectivity. Acara pembukaan diakhiri dengan persembahan kesenian khas Sulut yang sangat dinikmati oleh para peserta ATF 2012 ini.
(Jubir pemprov Sulut Ch Sumampouw)
(egy)