Senin, 17 September 2012 – 15:29 WITA Telah dibaca 535 kali

Camat Tompaso Barat Mohon Dukungan GMAHK

Kecamtan Tompaso Barat hasil pemekaran dari Kecamatan Tompaso yang dikomandani oleh Rully Momor S.Sos. selaku Camat, mengharapkan dukungan warga Jemaat Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh yang ada di wilayah kerjanya.

Hal tersebut disampaikan melalui Sekertaris Kecamatan (Sekcam) Tompaso Barat, Stefri Pandey ST., saat memberi sambutan dalam ibadah pertemuan GMAHK wilayah Kawangkoan, Tompaso, 15 September. Dilaksanakan di Jemaat GMAHK Pinabetengan Kecamatan Tompaso Barat.

Sebagai Kecamatan yang baru, Desa Pinaesaan, dijadikan ibu kota kecamatan sekaligus sebagai pusat pemerintahan Kecamatan Tompaso Barat sesuai Surat Keputusan Bupati Minahasa No. 662, tanggal 10 September 2012.

Kecamatan Tompaso Barat memiliki posisi strategis dan sangat penting dari latar sejarah dan budaya orang Minahasa keseluruhan. di wilayah ini, terdapat lokasi bersejarah Watu Pinabetengan, yang diyakini sebagai cikal bakal adanya orang Minahasa melalui pembagian daerah sub etnis Minahasa oleh leluhur Tou Minahasa, Toar-Lumimuut.

Potensi sumber daya alam, berupa sumber daya energi terbarukan yaitu Geotermal, merupakan bagian kekayaan SDA yang tak ternilai. Selain itu fasilitas Pacuan Kuda satu-satunya yang ada di Sulawesi Utara, juga berada di wilayah ini. Sebagai salah satu objek wisata bersama dengan Batu Pinabetengan.

Ditambahkan Pandey, ada 10 desa yang tergabung dalam wilayah Kecamatan Tompaso Barat, terdiri dari: Desa Toure, Toure Utara, Tonsewer, Tonsewer Selatan, Pinabetengan, Pinabetengan Utara, Pinabetengan Selatan, Pinaesaan, Tompaso II, Tompaso II Utara.

Hasil pertanian di wilayah ini sangat dikenal, berupa kacang merah atau Brenebon, Rica, Tomat, dan Bawang serta produk holtikultura lainnya.