Rabu, 11 April 2012 – 18:09 WITA Telah dibaca 916 kali

Gubernur: Wilayah Sulawesi Tertinggi Kinerja Pertumbuhan di Indonesia

Laju pertumbuhan ekonomi (LPE) wilayah Sulawesi yang merupakan Koridor 4 dari Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia yang mencapai angka di atas 7% menempatkan wilayah Sulawesi sebagai Wilayah Kinerja Pertumbuhan Tertinggi di Indonesia.

Namun demikian kontribusi wilayah Sulawesi pada Pengurangan Kesenjangan Antar Wilayah masih relatif kecil karena PDRB per kapita yang masih rendah dibandingkan wilayah Sumatera, Jawa dan Kalimantan. Angka Kemiskinan juga mengalami penurunan terutama dengan topangan Sulawesi Utara dan Sulawesi Selatan yang berada di bawah rata-rata angka kemiskinan nasional yang masih berada pada angka 13, 3%. Demikian pula dengan angka pengangguran yang terus mengalami penurunan sampai dibawah 8%. dari 66 juta ton dari Produksi Padi Nasional, 7 juta ton diantaranya dihasilkan oleh Wilayah Sulawesi, setengah dari produksi Kakao Nasional yaitu sekitar 475 ton dari angka produksi nasional 845 ton juga berasal dari Sulawesi. Produksi Rumput Laut menyumbang 60% dari Produksi Nasional dan hasil penangkapan Ikan Tuna menyumbang 30% dari Produksi Nasional. Oleh karena itu kawasan Sulawesi merupakan kawasan sangat penting bagi perkembangan perekonomian Indonesia.

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010–2014 menyebutkan bahwa kebijakan dan strategi pengembangan wilayah Sulawesi diarahkan kepada Pengembangan sebagai sentra produksi pertanian dan perikanan serta lumbung pangan nasional, pengembangan gugus industri unggulan wilayah serta pengembangan jalur wisata alam dan budaya dengan strategi memperkuat jalur wisata Toraja-Tomohon-Bunaken dengan Bali.

Demikian antara lain disampaikan oleh Gubernur Sulawesi Utara Dr. Sinyo Harry Sarundajang ketika memberikan sambutan yang juga menjadi materi pembahasan pada Pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Regional Sulawesi yang hari ini digelar di Grand Kawanua Convention Center (GKCC) Hotel Novotel Manado.

Doktor lulusan Universitas Gajah Mada Jogjakarta ini dengan lugas mengulas perkembangan serta potensi dan rencana pengembangan perekonomian, sosial budaya dan pembangunan infrastruktur wilayah Sulawesi dalam kerangka Master Plan Perluasan dan Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) dan Master Plan Percepatan dan Perluasan Penanggulangan Kemiskinan Indonesia (MP3KI) dan juga dalam rangka Domestic Connectivity.

Gubernur menggaris bawahi isu-isu strategis pembangunan wilayah regional Sulawesi tahun 2013 yang nantinya akan dibahas dalam musrenbangreg ini sebagai berikut: 1. Pelayanan dasar pendidikan dan kesehatan yang masih harus diringkatkan, 2. kesenjangan antar wilayah di Sulawesi yang masih harus dicarikan solusi, 3. ketersediaan infrastruktur jalan, energi dan transportasi yang belum memadai, 4. Domestic Connectivity yang masih lemah, 5. pertahanan, keamanan dan ketertiban serta penyelesaiana konflik, 6. pembangunan kawasan tertinggal, terpencil, dan perbatasan terutama pulau-pulau terluar yang mengakibatkan keterisolasian, dan pemanfaatan potensi SDA yang tidak optimal.

Gubernur juga mengingatkan bahwa Pembangunan Ekonomi harus diselaraskan dengan pembangunan sosial budaya termasuk yang sangat penting pembangunan kesehatan dan pengentasan kemiskinan. Kondisi masyarakat yang kurang sehat akan menghambat jalannya pembangunan ekonomi. Oleh karena itu revitalisasi pelayanan kesehatan dan peningkatan kualitas kehidupan masyarakat melalui pengembangan dan pembangunan rumah tidak layak huni menjadi rumah layak huni.

Pada bagian akhir Gubernur menyampaikan bahwa Musrenbang ini merupakan salah satu instrumen penting dalam proses penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) yang akan mempertajam prioritas pembangunan setiap wilayah dan integrasi se Sulawesi. (Kabag Humas Ch. Sumampow, SH.M.Ed selaku Jubir Pemprov SULUT).