Senin, 19 Desember 2011 – 13:36 WITA Telah dibaca 728 kali

Wagub: Laut Merupakan Perekat Pemersatu Kedaulatan NKRI

Wakil Gubernur SULUT Dr. Djouhari Kansil, MPd menyatakan, laut bukanlah pemisah pulau-pulau diseluruh Nusantara, tetapi sebagai perekat dan pemersatu kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Pernyataan itu di sampaikan Kansil saat bertindak selaku Inspektur Upacara Peringatan Hari Nusantara Tahun 2011, yang berlangsung di halaman Kantor Gubernur SULUT, Senin (19/12).

Upacara yang diikuti unsur TNI/Polri dan PNS dilingkungan Pemprov SULUT itu telah diserahkan pula SKKP Golongan IV kepada 40 pejabat pemprov dan pemberian pengharggaan serta bantuan kepada kelompok nelayan yang diserahkan langsung Wagub SULUT, yaitu pengharggaan Adi Bakti mina bahari pengembangan klaster minapolitan industri rumput laut kepada Pemkab Minut, Pengharggaan Adi Bhakti Mina Bahari keklompok pesisir cinta bahari Desa Bahoi Likupang Barat sebagai Juara II Tingkat Nasional An. Maxi Lahading, bantuan alat eskavator untuk Pemkot Bitung, bantuan karamba jaring apung HDPE kelompok budidaya ikan kerapu minasejahtera Kab. Bolmut, dan kelompok budidaya ikan kerapu tanjung idaman Kab. Boltim, Bantuan alat pengelola hasil perikanan An, kelompok kamboja dan kelompok budidaya rumput laut anuta Kab. Mitra, Paket Bantuan kapal 30 GT kepada kelomopok nelayan aldus Kab. Sangihe, dan perwakilan penerima jaminan kesehatan daerah nelayan An, Daud Dalero.
Kansil mengatakan, Hari Nusantara sesungguhnya mengingatkan kita tentang konsep wawasan nusantara, yang penting artinya dalam menjaga keutuhan kedaulatan NKRI, sebagaimana telah diwujudkan para pendahulu melalui tekad dan komitmen untuk merdeka, bersatu dan berdaulat.

Sebagai negara kepulauan (Archipelagic state) maka bentangan laut nusantara (Mare Nostrum) merupakan bagian tak terpisahkan secara geografis, dengan ribuan pulau-pulau besar dan kecil, sebagaimana konsep yang dideklarasikan oleh Ir. Juanda pada 13 Desember 1957 kepada dunia, menegaskan bahwa RI mempunyai kedaulatan terhadap perairan antar pulau, ujar Kansil.