Jumat, 21 Oktober 2011 – 13:37 WITA Telah dibaca 1029 kali

Laksari Rektor UN dan Ketua Dewan Pers Nasional Menjadi Narasumber Raker RRI

Bertempat di lantai 6 Hotel Aryaduta Manado, berlangsung Rapat Kerja Akhir
Tahun LPP RRI Seluruh Indonesia yang diikuti oleh 65 orang Kasatker, Dewan
Pengawas dan Direksi. Raker yang berlangsung sejak tanggal (19/10) Oktober dan berakhir tanggal 21 Oktober ini berlangsung bersamaan dengan acara
Pemilihan Bintang Radio Tingkat Nasional yang pelaksanaannya dari tanggal
19 sampai 25 Oktober yang dipusatkan di Manado.

Hari kedua Raker, panitia menghadirkan 2 orang narasumber dari luar RRI,
yang pertama adalah Ketua Dewan Pers Nasional Bagir Manan yang juga adalah mantan Ketua Mahkamah Agung dan Lucky Mangkey, Laksari Rektor Universitas Nusantara Manado. Konon, harusnya hari kedua ini RRI menghadirkan satu lagi narasumber, yaitu kepala Lemhanas namun mendapat panggilan mendadak sehingga harus segera kembali ke Jakarta.

Bagir Manan yang mendapatkan kesempatan pertama membawakan makalahnya mengatakan bahwa menjadi tugas pers untuk membentuk
kepribadian-kepribadian yang tangguh. Pers harus memastikan tegaknya
hak-hak warga negara dan bukan hanya hak-hak penguasa. Lebih lanjut Bagir
mengatakan bahwa RRI dan semua profesi pers harus menjalankan fungsinya
dengan adil dan jujur. Setelah sesi tanya jawab, Bagir dengan tegas
mengatakan bahwa pada berbagai kesempatan, saya sering mengatakan kepada aparat keamanan, bila ada wartawan yang memeras, tangkap saja, apalagi mereka yang tergolong wartawan aspal. Bagir juga mengingatkan bahwa memang pers dan penguasa tidak akan pernah bisa berteman secara permanen.

Pada sesi kedua, Lucky Mangkey memberikan beberapa tips praktis kepada
para peserta raker sehubungan dengan topik Penguatan LPP RRI Sebagai
Pembangun Karakter Bangsa. Lucky mengatakan untuk membuat perubahan
karaketer bangsa sehingga lebih maju harus dimulai dari diri sendiri. Kita
tidak bisa merubah orang lain kalau diri kita belum berubah. Untuk memulai
perubahan, lakukanlah dulu dari hal-hal yang kecil baru kemudian yang
besar. Laksari Rektor UN juga menantang RRI untuk keluar dari terali besi
dan bersaing dengan dunia luar, dengan media asing yang sudah lebih dahulu
maju. Tunjukkan jati diri RRI. Tidak salah ATM (Ambil, Tiru, Modifikasi)
namun dengan ciri khas RRI. Lucky juga mengingatkan supaya tidak hanya
memperhatikan perbedaan pendapat dan tidak maju-maju, "jangan tunggu semua sempurna untuk jalankan program tapi jalankan saja program dan secara perlahan lakukan perobahan".

Para peserta raker sore hari itu (20/10) sangat mengapresiasi, masukan-masukan yang dibawakan oleh Lucky Mangkey sehingga setidaknya dua orang peserta raker yang memberikan pendapat, yang pertama berharap Lucky Mangkey menjadi pemerhati RRI dan kedua membuka kesempatan kepada beliau untuk mewujudkan keinginan waktu kecil untuk menjadi reporter.


Di kesempatan yang lain, ketika Humas UN Herschel Najoan berbincang dengan FX Triwiyono Gunawan, kepala LPP RRI Manado, beliau menawarkan untuk kerja sama yang lebih luas dengan kalangan universitas dalam hal ini Universitas Nusantara Manado. Mari kita bicarakan kerjasama apa yang bisa kita lakukan, kalau mahasiswa mau jadi reporter, silahkan saja, demikian ungkap FX. Triwiyono. Hal ini tentu disambut baik oleh Humas UN yang berjanji akan mengusahakan mengatur waktu membicarakan kerjasama dimaksud.