Senin, 4 April 2011 – 08:10 WITA Telah dibaca 778 kali

Perda Sampah Ditegakkan

Masyarakat Masih Bingung

Pinggiran pantai kota Manado

Peraturan Daerah nomor 7 tahun 2006 tentang pengelolaan persampahan dan retribusi layanan kebersihan resmi ditegakkan oleh pemerintah kota Manado mulai tanggal 1 April 2011 ini.Tiga hari pasca ditegakkan, sejumlah masyarakat kota Manado masih bingung dengan teknis buang sampah yang harus dilakukan.

Nita, warga Paaldua, mengaku dirinya masih bingung tentang bagaimana cara membuang sampah. di pihak lain, dirinya mulai panik mendengar berita bahwa pada saat pemberlakukan sudah ada orang yang di punish di Taman Kesatuan Bangsa.

"Setau saya, dulunya jam buang sampah pukul 5 sore hingga pukul 5 subuh. Sekarang sudah ada perubahan menjadi pukul 6 sore hingga pukul 6 pagi. Padahal, Perda yang digunakan tahun 2006", urainya seraya mengharap ada sosialisi yang cukup lama mengenai hal tersebut.

Lain lagi pengakuan Renol, warga Kairagi. kepada SUARAMANADO, Senin (4/4), pria berusia 30-an tahun ini mengatakan bahwa setahu dirinya, fokus penegakan Perda tentang sampah ada di wilayah jalan Sam Ratulangi, Boulevard dan daerah aliran sungai. Hal tersebut menimbulkan kesan dipilah pilih tentang lokasi yang pas.

"Lebe bagus kwa ada semacam pilot project di beberapa wilayah tertentu. Hukuman yang diberikan di awal pemberlakukan juga dapat diberikan semacam hukuman percobaan, jangan langsung divonis kurungan. ‘Kan kasian kalu kebetulan pendatang dari kampung yang belum tahun menahu tentang aturan di kota Manado langsung dihukum penjara", urainya.

Namun demikian, sama seperti sebagian besar masyarakat kota Manado, dirinya menyambut baik penegakan Perda Sampah tahun 2006. Hasilnya, bisa dilihat.

"Hari Senin, nampak jalan-jalan kota Manado bersih", ungkapnya, termasuk jalan raya di sekitar tempat tinggalnya.