Jumat, 25 Maret 2011 – 14:36 WITA Telah dibaca 1719 kali

Pemkot Canangkan Perda Tentang Sampah dan Retribusi

Pencanangan Peraturan Daerah (PERDA) Nomor 07 Tahun 2006, terkait pengelolaan persampahan dan retribusi pelayanan kebersihan serta penindakan pelanggaran bagi yang membuang sampah sembarangan, secara resmi dicanangkan oleh walikota Manado, GS Vicky Lumentut beserta wakil walikota manado, Harley AB Mangindaan, Jumat (25/3) pagi tadi bertempat lokasi Taman Kesatuan Bangsa (TKB).

Dalam pencanangan peraturan daerah tersebut, hadir sejumlah unsur muspidah setempat diantaranya, kejari manado, kepala dandim kota Manado, kapolresta, ketua pengadilan negeri, camat se kota manado, Dewan Legislasi Kota Manado yang diwakili oleh James Karinda selaku wakil ketua dewan, para lurah serta seluruh kepala lingkungan dan aparat TNI bersama satuan polisi pamong praja (SAT-POL PP).

Lewat apel perdana pagi tadi, walikota manado GS Vicky Lumentut menyampaikan, tujuan kegiatan pencanangan peraturan daerah (PERDA) yang dibentuk ini adalah memberikan kesadaran kepada masyarakat kota manado mengenai betapa pentingnya menjaga kebersihan, keindahan, serta ketentraman, sehingga PERDA tersebut perlu dilakukan sosialisasi.

Terhadap masyarakat yang membuang sampah sembarangan tentunya lewat aturan tersebut akan dikenakan sanksi berupa pidana kurungan badan maupun denda dalam bentuk uang. Walikota manado, GS Vicky Lumentut juga menyampaikan betapa pentingnya menjaga kebersihan dan ketentraman di kota manado, sebagai wujud mensukseskan visi dan misi menjadikan Manado sebagai kota model eko wisata, serta menjadikan manado sebagai Kota yang menyenangkan.

Beberapa tahun sebelumnya sejak di sahkannya peraturan nomor 07 Tahun 2006 lewat PERDA, belum semaksimal mungkin dijalankan, sehingga aturan ini terkesan mubazir. Sehingga lewat pencanangan pada pagi hari ini PERDA tersebut harus ditaati dengan sebenarnya tanpa memilih bulu. Apalagi kota manado sedang giat-giatnya akan meraih adipura yang kelima, setelah sebelumnya kota manado sudah menyandang empat kali berturut-turut meraih adipura.

Sehingga pentingnya menjaga kebersihan dan keindahan serta ketentraman di daerah manado. Walikota manado juga mengingatkan bagi para penjual yang ada dikompleks taman kesatuan bangsa (TKB), hendaknya tidak menjajakan hasil jualan ditempat trotoar sebab akan mengganggu para pejalan kaki, dan kalau pun ada laporan dari pihak masyarakat pejalan kaki terhadap kenyamanan maka kami akan menindaki lewat sanksi dan aturan yang berlaku.

Walau dengan cuaca yang tidak mendukung, suasana kegiatan berlangsung dengan aman dan tertib. Rangkaian kegiatan dari penyamatan tanda pengenal oleh walikota manado terhadap para petugas satuan koordinasi pelaksana kegiatan (SATKORLAK) yang terdiri dari, Kepolisian, Sat-Pol PP, unsur Kejaksaan Negeri, para anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI), serta camat, Lurah dan Kepala Lingkungan bahkan Petugas Kebersihan, berjalan sesuai apa yang diharapkan bersama. Kegiatan di akhiri bersama lewat konfrensi pers antara walikota dan wakil walikota manado beserta unsur muspidah terkait.