Kamis, 9 Februari 2017 – 12:14 WITA Telah dibaca 201 kali

Maxi: Target Rp. 400 Miliar Hal Mudah Untuk RS Kandou

Dr. Maxi Rondonuwu,DHSM,MARS, Dirut RS Prof Dr. Kandou Manado
SUARAMANADO,Manado. Nuansa HUT ke 22 Tahun 2017 BLU Rmah Sakit Prof. Kandou kali ini tampil berbeda dengan tahun sebelumnya dimana hinga tahun ini telah banyak prestasi yang diraih, dan teristimewa kali ini seluruh Direksi tampil dengan pakaian adat kebesaran orang Minahasa.

Nuansa adat semakin terasa karena prosesi ibadahnya dilakukan secara adat dipandu oleh Pendeta / Gembala, bahkan penampilan tarian adat asal Nusa Utara turut mewarnai rangkaian ucapan syukur RS. Prof. Kandou yang dipusatkan di ruang seba guna Kantor RS Prof. Kandou.(8/2)

Kata Dr. Maxi Rondonuwu,DHSM,MARS. Selaku Dirut RS. Prof. Kamdou,sengaja di lakukan dalam nuansa Adat dalam rangka melestarikan budaya daerah Sulawesi Utara sebagai bagian NKRI dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika, karena akhir-akhir ini Kebhinekaan Indonesia mengalami ujian dari dalam negeri sendiri.

HUT ke 22 Tahun Rumah Sakit Prof. Kandou Manado
Hal senada disampaikan Merry C. Rumbay yang memimpin tarian adat asal Nusa Utara yang tidak lain istri tercinta Dr.Maxi Rondonuwu. Bahwa pelestarian budaya penting sebagai ciri khas masing-masing daerah sebagai bentuk peduli kita dengan kekayaan budaya Bangsa Indonesia karena siapa lagi kalau bukan kita yang melestarikan buat generasi mendatang.

Dari segi pelayanan Rumah Sakit, kata Dr. Maxi diakuinya semakin mengalami peningkatan yang sangat pesat akhir-akhir ini dengan terbangunya berbagai fasilitas bertaraf Internasional seperti Radiotheraphy, Fasilitas Jantung,Cuci Darah dan IGD hingga berkapasitas 150 tempat tidur.

Pendapatan RS juga meningkat tajam dari awal sebagai Dirut tahun 2013 lalu berada pada angka Rp. 92 Miliar tetapi di Tahun 2016 mencapai Rp. 300 Miliar,bahkan oleh Kementrian Kesehatan mematok target Tahun 2017 sebesar Rp. 350 Miliar namun Dr. Maxi justru mematok hingga Rp 400 Miliar.

Kata Dr. Maxi angka Rp. 400 Miliar hal mudah bagi RS. Kandou untuk mencapainya melalui beberapa trik yang akan dilakukan seperti, efisiensi pemakaian ATK, mengurangi biaya listri, memangkas pengeluaran umum lainnya diluar kebutuhan pasien dan terpenting memaksimalkan aset yang sangat berharga bagi pelayanan pasien.

Dicontohkan dimana fasilitas Radiotheraphy dan layanan Jantung adalah terbaik di Indonesia Timur selain Surabaya, sehingga banyak pasien datang dari Maluku dan Papua untuk berobat di RS. Kandou, ini yang harus diolah secara efisien agar pasien terlayani dan karyawan sejahterah,jelas mantan Kadis kesehatan Propinsi SULUT ini. (Jansen)