Senin, 7 Maret 2011 – 00:56 WITA Telah dibaca 2348 kali

Pantai Malayang Masih Kotor

Aset Wisata Pantai Malalayang Berhamburan Sampah

Kawasan pantai Malalayang selalu dikunjungi warga kota untuk rekreasi.

Manado memiliki banyak tempat wisata yang eksotis. Pantai Malalayang merupakan salah satu di antaranya. Sejak lama, pantai yang berlokasi di kecamatan Malalayang ini dikenal masyarakat, yakni sejak zaman Belanda. Hingga kini, pantai tersebut ramai dikunjungi masyarakat dari berbagai tempat di Sulawesi Utara.

Sejauh ini, telah beberapa kali areal pantai ini mengalami renovasi untuk menjadi tempat rekreasi penduduk lokal maupun pendatang. Sebagian masyarakat menjadikan kawasan ini sebagai sarana ibadah pantai, ada pula yang hanya sekedar berwisata bersama kenalan dan keluarga, karena lokasinya yang strategis dalam kota Manado. Hal inilah yang mendorong pengunjung lebih suka datang ke lokasi ini. Kebiasaan ini telah membudaya bagi masyarakat di Bumi Nyiur Melambai ini.

Namun sangat disayangkan lambat laun pantai ini menjadi kotor akibat ulah orang-orang yang tidak bertanggung-jawab serta kurangnya perhatian dinas terkait. Saat ini, pantai Malalayang telah berubah menjadi obyek pembuangan sampah yang berserakan. Hal ini harus ditanggapi serius oleh dinas terkait, karena apabila tidak, nantinya akan berakibat fatal bagi kelangsungan aset wisata tersebut.

Pemerintah kota harusnya lebih bijaksana dalam memperhatikan tempat wisata yang satu ini karena di bulan Maret 2011 ini, Sulawesi Utara akan menjadi tuan rumah kegiatan iven internasional, ARF DIREx. Sampah-sampah yang berserakan mengindikasikan bahwa kota ini belum siap untuk menggelar iven tersebut.

Pantai Malalayang memang eksotis namun sampah yang berserakan dimana-mana, memberi kesan jorok dan tidak terlihat indah lagi. Walau iven dunia akan digelar di bagian pantai lain di kota Manado, namun perhatian pemerintah terhadap pantai Malalayang yang telah masyur di dunia lewat iven Sail Bunaken, perlu dijaga.