- Kanal Berita Lain
- Nasional
- Internasional
- Berita Populer
- Kamis, 17 Mei 2012
Kawanua USA Dukung Pacific Partnership - Jumat, 18 Mei 2012
Larangan dibuat bukan untuk ditaati tapi diabaikan - Jumat, 18 Mei 2012
Bersatu dalam Kekuatan - Jumat, 18 Mei 2012
Angie Ogah Jadi Justice Collaborator - Kamis, 17 Mei 2012
Wagub Buka Konas dan Seminar Internasional IAIFI - Jumat, 18 Mei 2012
Wah, Ternyata Mengunyah Permen Karet Dapat Merusak Memori Jangka Pendek! - Jumat, 18 Mei 2012
Walikota Bitung lepas gubernur - Jumat, 18 Mei 2012
Tragedi Sukhoi : Diupayakan Korban Terima Rp1,25 Miliar
Marta dan Yos yang menyita perhatian
|
Jalan Yos Sudarso masih dalam proses pengerjaan pelebaran. Foto diambil Selasa (10/1) sore.
|
Jutaan pasang mata kini sedang mengamati jalannya pertemuan para menteri pariwisata ASEAN, ASEAN Tourism Forum (ATF) yang digelar di Manado, ibukota provinsi Sulawesi Utara melalui media cetak maupun elektronik. Tak pelak, kota Manado semakin menjadi pusat perhatian khususnya para delegasi dari dalam dan luar negeri, tak terkecuali warga kota Manado sendiri.
Di tengah-tengah hiruk pikuk panitia mempersiapkan segala sesuatu untuk pelaksanaan acara yang gaungnya sangat terasa melalui promosi spanduk dan baliho di jalan-jalan itu, masyarakat Manado nampak dapat menyesuaikan diri dengan baik dan terlihat mulai terbiasa dengan pelaksanaan iven-iven internasional di ibukota provinsi Sulawesi Utara ini.
Namun begitu, ketika adaptasi warga terhadap berbagai kegiatan yang digelar di Manado semakin baik, ada hal-hal yang menimbulkan ketidaknyamanan yang seharusnya dapat dicegah. Kondisi Marta (singkatan dari jalan Martadinata) dan Yos (singkatan dari jalan Yos Sudarso), keduanya masuk dalam wilayah kecamatan Tikala, yang hingga hari keempat pelaksanaan ATF masih dalam proses pengerjaan menimbulkan masalah lain. Hal ini terlihat mengganggu lalu lintas jalan utama yang menjadi penghubung pusat kota Manado dengan lokasi penyelenggaraan ATF di bilangan Kairagi itu. Selain karena kemacetan yang memang sehari-harinya selalu terjadi, pemandangan ketidakberesan pengerjaan jalan juga menimbulkan ketidak-nyamanan warga yang melewati jalan tersebut.
Seorang penghuni di jalan Martadinata, Ko Hengky bahkan berulang kali mengeluhkan pengerjaan jalan yang mengganggu kenyamanan rumahnya. "Kalau hujan, air masuk ke rumah," keluhnya seraya menambahkan bahwa batas waktu pengerjaan jalan yang dijanjikan kepada warga sekitar yaitu pada pertengahan Desember lalu.
Hingga malam tadi, sejumlah anggota TNI harus turun langsung ke lokasi pameran ATF di Golden Kawanua untuk membenahi sarana dan prasarana yang belum rampung. Meski begitu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Dr. Marie Elka Pangestu, saat tiba di Manado Selasa kemarin, memuji Sulut sebagai daerah yang memang sudah layak menggelar acara berkelas dunia seperti ATF ini.
"Kegiatan ATF diadakan di Sulut karena daerah ini telah diakui sebagai salah satu destinasi meeting, inventive, convention dan exhibition (MICE) kelas dunia," ujarnya sembari menambahkan bahwa dalam perhelatan ini juga akan digelar pameran dan bursa pariwisata atau Travel Exchange (Travex) yang mempertemukan para buyers dan sellers pariwisata ASEAN dan mancanegara.
Mungkin saja ibu Menteri yang cantik ini tidak atau belum melihat kondisi sejumlah jalan utama yang menghubungkan lokasi-lokasi kegiatan ATF yang masih belum rampung pelebarannya, termasuk jalan Martadinata dan Yos Sudarso.
(egy)