Selasa, 13 Maret 2012 – 20:48 WITA Telah dibaca 818 kali

Jalan Lengkong Wuaya, Semakin Rusak Saat Hujan

Jalan Lengkong Wuaya yang merupakan jalan tembus dari Kairagi ke arah Perkamil semakin rusak di musim penghujan seperti saat ini. Pantauan SUARAMANADO dalam satu minggu terakhir hingga Selasa (13/3), jalan sepanjang kurang lebih 5 kilometer itu semakin menurun kualitasnya, terutama menjelang tanjakan ke Klenteng. Hal ini terjadi karena setiap hujan, jalan beraspal licin tersebut menjadi sungai sementara akibat tidak jalannya drainase di pinggiran jalan. Alhasil, kiri kanan jalan semakin berlubang sehingga mengganggu kenyamanan pengguna jalan, baik kendaraan maupun pejalan kaki.

"Tiap musim ujan, bagini noh. Jalan jadi kuala, kong so lebe rusak", ungkap Opo, warga yang tinggal di seputaran Lengkong Wuaya. Menurutnya jika selokan berjalan baik, maka jalan akan terawat dengan baik.

Kerusakan paling parah terjadi sekitar 1 kilometer dari jalan masuk kompleks perumahan Marco Duta hingga di depan kampus Universitas Nusantara. dari depan kampus hingga tembus Kairagi, jalan dalam kondisi baik karena padat pemukiman.

Seputaran jalan Lengkong Wuaya sendiri merupakan kompleks pemukiman. Saat masuk dari arah Perkamil, terdapat tiga perumahan. Tepat di depan klenteng baru saja berdiri perumahan real estate lalu bersebelahan gunung dengan klenteng umat Kong Hu Chu ada perumahan Paaldua Permai sesudah itu dua perumahan lainnya.

Selain kompleks perumahan, jalan ini juga merupakan kompleks gudang dan alat berat selain merupakan lokasi perguruan tinggi swasta di kota Manado, Universitas Nusantara. Sebuah stasiun pengisian bahan bakar elpiji (SPBE) sedang dibangun kurang lebih 500 meter jauhnya dari jalan masuk Kairagi.