Minggu, 5 November 2017 – 00:48 WITA Telah dibaca 66 kali

Buntut Kematian Anak dan Ibu

LPAI SULUT Kecam Pelayanan Buruk Rumah Sakit

Ketua LPAI SULUT EK Tinangen SH kecam pengabaian pasien anak

SUARAMANADO, KOTAMOBAGU – Pelayanan buruk sejumlah rumah sakit akhir-akhir ini mendapat sorotan tajam dari LPKI SULUT.

Salah satunya pelayanan buruk Rumah Sakit (RS) Pobundayan di Kotamobagu mendapat kecaman dari Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Provinsi Sulawesi Utara. Pelayanan lamban serta persyaratan berobat bertele-tele, sehingga pasien bernama Renny Tonote (25) bersama janinnya meninggal dunia.

"Ini sungguh menjengkelkan. Ternyata masih ada juga rumah sakit yang standard pelayanannya masih pilih-pilih kasih. Apa karena korban ini adalah pasien BPJS sehingga tidak dilayani dengan baik?!", tanda EK Tindangen SH, Ketua LPAI SULUT kepada sejumlah wartawan, Sabtu (04/11).

Tindangen yang juga Ketua Ikatan Advokad Indonesia (Ikadin) SULUT ini curiga, jangan-jangan pasien umum yang tidak masuk BPJS mendapat pelayanan dengan baik karena bayar normal beserta bonus-bonusnya.

Sementara pasien BPJS karena sudah menjadi tanggungan pemerintah diterlantarkan hingga ibu dan anak yang baru melahirkan meninggal dunia. Pihaknya sangat berharap pelayanan ibu dan anak menjadi prioritas RS Pobundayan.

Hindarkan adanya korban karena malpraktek disebabkan kelalaian dari buruknya pelayanan rumah sakit. Juga dikecam pelayanan buruk RS Swasta Monompia dengan kasus yang sama hingga tewasnya Hilda Tawil bersama bayinya usia lima bulan.

"Kami dari LPAI SULUT akan menyurati Kementerian Kesehatan RI, Dinas Kesehatan supaya memberi peringatan keras dua rumah sakit ini. Kalau tidak dapat memberikan pelayanan prima, saya usulkan ganti manajemen saja", pungkas Tindangen.(Arya)