Minggu, 6 September 2015 – 13:32 WITA Telah dibaca 1922 kali

Situs Pemkot Manado Direbut Hecker

Pemerintah Lambat Ambil Tindakan Penjahat Cyber

Ronny Talapessy, Sekjen Relawan ABJ

SUARAMANADO, Manado: Sudah beberapa jam situs pemerintah Kota Manado di dunia cyber di rebut oleh Hecker yang menamakan (Go Anonymous) sampai berita ini diturunkan belum ada penanganan dari pemerintah Kota Manado maupun pemerintah pusat yang mengelolah domain name tersebut.

Situs pemerintah Kota Manado dengan domain name http://www.manadokota.go.id telah dibajak oleh pihak yang menamakan diri Go Anonymous itu terus berjaya dengan pesan singkat mewakili pendukung salah satu bakal calon gubernur Sulawesi Utara yang tidak diloloskan oleh KPU SULUT.

Menurut penjelasan Kepala Hubmas, Sistim Informasi, Infrastruktur dan Web APTIKOM pusat, Lucky Mangkey, SE, M.Kom kepada media ini, hosting Pemkot Kota Manado setelah dilacak menggunakan IP: 118.97.134.114 milik PT Telkom Indonesia. Menurut data yang di trace route IP statik tersebut adalah pelanggan astinet PT Telkom. Kuat dugaan IP tersebut berada di sisi pelanggan PT Telkom di Manado atau IP tersebut ditempatkan di server milik Pemkot Manado.

Mangkey berasumsi, Pemkot Manado tidak menggunakan jasa hosting pihak lain untuk menempatkan konten resmi mereka. Kalau asumsi ini benar dan tidak ada penanganan sampai beberapa jam kemungkinan besar mereka tidak memiliki sumber daya yang mapuni untuk menjaga keamanan server atau tidak ada petugas yang stand by 24 jam menangani server ini.

Memang sangat beresiko untuk menggunakan server sendiri sebagai hosting namun tidak memiliki sumber daya manusia yang mapuni dan selalu berada di tempat atau mengawasi server selama 24 jam setiap hari. Kedepan pemerintah harus merekrut tamatan-tamatan perguruan tinggi sesuai dengan keahlian mereka dan ditempatkan di tempat yang cocok. Selain itu mereka juga memiliki sertifikasi keahlian khusus seperti ahli sekuriti jaringan dan server pada kasus yang dialami Pemkot Manado saat ini.

Mangkey, yang pernah dipercayakan Depkominfo untuk survei ICT Pura Indonesia menemukan banyak sekali tamatan IT yang hanya jadi tukang ketik di kantor. Dikira tamatan IT dan Ilmu komputer itu urusannya hanya ketik-ketik di kantor dan perbaiki komputer yang rusak. selain itu tamatan komputer bukan ahli semua masalah komputer tapi layaknya dokter memiliki keahlian di setiap bidangnya maka tamatan komputer juga demikian demikian tutur Lucky yang juga Ketua Ikatan Ahli Informatika SULUT (IAII).

Ranny Talapessy dan Waraney Penari Cakalele

Tanggapan juga datang dari pimpinan DPP Arus Bawah Jokowi (ABJ) Ronny Talapessy sebagai sekjen kepada SUARAMANADO, Pemerintah Kota Manado harus cepat bereaksi mengusut pelaku kejahatan cyber ini dan membawa para pelaku ke pihak berwajib. Negara Indonesia adalah negara hukum dan kita juga telah memiliki cyber law untuk menjerat para pelaku kejahatan di dunia maya.

Rony berharap, secara teknis agar pemerintah mengambil tindakan cepat untuk mengambil alih server dan konten yang telah di rebut hecker. Tindakan cepat juga perlu diambil untuk mengambil data backup atau mengalihkan domain tersebut ke server cadangan. Untuk kebutuhan penyidikan memang alangkah baiknya server yang di bajak oleh hecker itu untuk tidak dihapus karena dalam server tersebut pasti tersimpan jejak pelaku yang secara forensik IT bisa dijadikan alat bukti kejahatan cyber.

Sekjen ABJ yang juga sebagi Pengacara yang lagi naik daun di tingkat Nasional ini meyerukan kepada relawan ABJ Bidang Telematika di Tingkat Pusat dan Daerah untuk mendukung pemerintah di semua tingkatan khususnya menjaga dan mengawal kedaulatan NKRI di dunia Cyber. Pemerintah pusat yang menangani semua domain pemerintah (dot.go.id) untuk lebih serius mengelola keamanan aset negara di dunia cyber. Ronny juga mendesak depkominfo untuk serius menangani dunia cyber Indonesia dan mendukung rencana Mentri Kominfo untuk DNS Nasional untuk menjaga dan mengawal NKRI dari kejahatan cyber yang datang dari dalam maupun dari luar negeri, demikian seruan sekjen yang enerjik.