Jumat, 12 Mei 2017 – 08:47 WITA Telah dibaca 281 kali

Tiga Tahun Sudah Wale Batik Minahasa Berkarya Untuk Negeri

Batik Minahasa Is The Authentic Minahasa Batik

SUARAMANADO, Manado. Wale Batik Minahasa tak terasa telah 3 tahun berkarya untuk menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya Minahasa lewat goresan gambar diatas kain polos yang kemudian berubah menjadi warna-warni menghiasi setiap sudut sehelai kain yang penuh dengan bentuk gambar bermakna mendalam bagi orang Minahasa yang kemudian kita kenal bernama Batik Minahasa, The Authentic Minahasa Batik.

Sesuai Thema HUT 3 Tahun Wale Batik Minahasa yaitu Batik Minahasa The Authentic Minahasa Batik sangatlah terasa keminahasaannya tatkala keindahan goresan gambar berbagai bentuk ciri khas Minahasa baik yang berlatar kekayaan lautnya, keindahan relief waruga hingga potensi tanaman perkebunan dan bentuk daun gedi yang sangat akrab bagi mata orang minahasa, kemudian dipadu dengan tatawarna khas Batik Minahasa terasa sangat elegan dengan gaya anak muda sekarang.

Tentu saja kesempatan yang baik ini dimanfaatkan untuk memperlihatkan semua corak dan warna-warni Batik Minahasa hasil karya Wale Batik Minahasa yang ditampilkan dalam fasion show karya dari perancang busana muda dan berbakat level Nasional asal Sulawesi Utara yang bernama lengkap Maselina Anggita Manalu.

Sandra Rondonuwu selaku Owner Wale Batik Minahasa mengaku senang dan berterima kasih atas kepedulian tamu-tamu terhormat sebagai bentuk apresiasi atas apa yang dikerjakan Wale Batik Minahasa sehingga begitu banyak yang bertanya dan selalu menunggu tentang motif apa lagi yang akan dilauching oleh Wale Batik Minahasa. Ini pertanda hasil karya kita selalu mendapat tempat dihati para konsumen baik di SULUT dan yang di luar SULUT.

Verldy Umbas sedikit menceritrakan hal ikhwal ketertarikan dirinya terhadap kain batik, bahkan sampai mengunjungi semua sentra-sentra kain batik di Pulau Jawa. Sesudah itu muncul pertanyaan ternyata batik tidak hanya dikerjakan di Pulau Jawa saja tetapi juga milik seluruh bangsa Indonesia.

Sesungguhnya niat mendirukan Wale Batik Minahasa menurut Veldy, terdorong atas rasa memiliki budaya Minahasa yang sangat kaya ragam dan memiliki makna mendalam bagi setiap orang Minahasa. Contohnya, motif burung manguni, dumana burung manguni sangat diyakini memiliki keistimewaan dibanding burung lainnya atau sabgat disakralkan oleh orang Minahasa.

Dan masih banyak motif lainnya yang kental dengan adat Minahasa. Diharapkan disatu saat nanti mungkin beberapa ratus tahun mendatang generasi orang Minahasa akan selalu teringat dengan budayanya melalui karya-karya Wale Batik Minahasa, atau lain kata, Wale Batik Minahasa telah melestarikan budaya leluhur orang Minahasa walau hanya diatas selembar kain saja. (Red)