Jumat, 9 Desember 2011 – 17:50 WITA Telah dibaca 864 kali

Jelang Natal dan Tahun Baru

Pertamina Akui Permintaan BBM Meningkat

Antrean premium dan minyak tanah, keduanya bahan bakar bersubsidi, beberapa waktu belakangan terus melanda kota Manado. Sejak diberitakan pencabutan subsidi minyak tanah (MT) di bulan Oktober lalu, antrian yang nampak malah berlipat ganda, seperti yang terjadi di beberapa lingkungan dalam penyaluran Jumat (9/12) ini.

Sebagian warga mengeluhkan sulitnya memperoleh minyak tanah, dan tidak meratanya penyalurannya di beberapa tempat. Hal ini menuai tanggapan pihak Pertamina Manado. Irwansyah, Sales Area Manager Pertamina Manado, kepada sejumlah wartawan siang tadi mengakui bahwa meningkatnya permintaan BBM menjelang hari raya Natal dan tahun baru.

"Premium (dan minyak tanah-red) adalah bahan bakar bersubsidi yang dibiayai oleh pemerintah. Tentu, pemerintah dalam menyalurkannya memberikan kuota, angka BBM bersubsidi yang dibiayai oleh APBN. Jadi, Pertamina dalam menyalurkannya tetap mengacu pada besaran angka kuota. Tetapi Pertamina juga mencermati perkembangan dan peningkatan kebutuhan di masyarakat, dan akan menyalurkan BBM bersubsidi untuk mencukupi kebutuhan masyarakat dengan tetap mempertimbangkan tidak terjadinya over supply atau penyaluran yang berlebihan", ungkap Irwinsyah ramah.

Dirinya menjelaskan, memasuki persiapan perayaan Natal dan tahun baru terutama untuk masyarakat Sulawesi Utara, telah terjadi peningkatan kebutuhan yang cukup tinggi. "Kami amati sudah mulai berkembang antara 20 hingga 30%", ungkapnya. Karenanya pihaknya melakukan penyesuaian dengan penyaluran yang dilakukan.

"dari rata-rata per hari 700 kilo liter, secara bertahap kita naikkan penyalurannya. dari awal Desember sudah mulai bergerak di angka 720–750 kilo liter, tetapi ini juga masih terus terjadi antrian di masyarakat", ujarnya. Menurutnya, pihaknya pada minggu terakhir sudah mulai menyalurkan hampir 800 kilo liter.

Hal tersebut menandakan bahwa Pertamina tetap berkomitmen menyalurkan BBM bersubsidi, mengacu pada angka kuota. "Tetapi apabila terjadi kelebihan demand (permintaan) maka tetap kita akan melakukannya dengan justifikasi tertentu", jelas pria ramah tersebut.