Jumat, 30 September 2011 – 07:06 WITA Telah dibaca 1072 kali

Potensi SULUT Dijual ke ASEAN

Jamuan Makan Malam yang digelar Gubernur Sulawesi Utara Dr. Sinyo Harry Sarundajang untuk Para Duta Besar dan Perwakilan tetap negara-negara anggota ASEAN pada Sekretariat ASEAN (Commite Permanent Representatives) Kamis (29/9) di Gubernuran Bumi Beringin agak berbeda. Hal ini disebabkan karena momen ini dimanfaatkan oleh Gubernur untuk mempresentasikan Sulawesi Utara kepada seluruh anggota delegasi.

Para Dubes dan perwakilan tetap negara-negara ASEAN tersebut berada di Manado dalam rangka pertemuan mereka yang digelar sejak tanggal 27 September 2011. Sambil menikmati sajian kuliner khas Manado dan suguhan tarian serta lagu-lagu daerah, acara jamuan makan malam ini tidak disia-siakan oleh Gubernur untuk menawarkan berbagai potensi yang dapat digarap oleh para investor dari negara-negara ASEAN tersebut.

Peserta terlihat tekun mengikuti presentasi yang disampaikan oleh Gubernur SULUT dan beberapa bahkan langsung mengadakan kontak dengan instansi terkait Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara untuk membicarakan langkah-langkah selanjutnya.

Jamuan makan malam dihadiri oleh Para Duta Besar dan Perwakilan negara-negara ASEAN pada Sekretariat ASEAN masing-masing: - Pengiran Basmillah Abbas dari Brunai Darussalam, Mr. Noun Chivourn dari Kamboja, Latsamy Keomany dari Laos, Dato Hsu King Bee dari Malaysia, Nyan Lynn dari Myanmar, Wilfrido Villacorta dari Pilipina, Lim Thuan Kuan dari Singapura, Manasvi Srisodapol dari Thailand, Vu Dang Dzung dari Vietnam, dan perwakilan Jepang Takio Yamada serta Pratap Parameswaran dari Sekretariat ASEAN.

Perwakilan tetap Indonesia di ASEAN I Ngurah Swajaya dalam sambutan pengantarnya menyampaikan kekagumannya atas Kota Manado dan Provinsi Sulawesi Utara yang merupakan daerah yang tingkat pertumbuhan dan perkembangannya sangat pesat di Indonesia. Selain itu, menurut Swajaya, para peserta pertemuan ini sangat menikmati kunjungannya ke Manado dan SULUT. Potensi wisata dan keramahtamahan masyarakat SULUT telah memberikan kesan tersendiri yang tidak akan terlupakan oleh para peserta. Swajaya juga meminta para peserta untuk menyampaikan informasi tentang SULUT di negaranya masing-masing.

Dalam presentasinya Gubernur memberikan gambaran tentang Sulawesi Utara pada umumnya serta rencana-rencana pengembangan di masa depan yang tentunya sangat terbuka bagi investor dari mancanegara. Secara khusus Gubernur menyampaikan bahwa pemerintah Provinsi Sulawesi Utara saat ini sedang melakukan akselerasi pembangunan terutama dalam rangka membuka akses-akses ekonomi yang diarahkan pada tujuan menjadikan Sulawesi Utara sebagai pusat pertumbuhan baru di kawasan Timur Indonesia dan sebagai pintu gerbang Indonesia ke Asia Pacifik. Potensi Kelautan, Pertanian, Pariwisata, serta pengembangan industri ke depan sangat potensial bagai investor. Apalagi dengan ditetapkannnya Bitung sebagai Kawasan Ekonomi Khusus serta Pelabuhannya sebagai International Hub Port, akan segera dibangunnya Jalan Tol Manado Bitung dan Rencana Perintisan dan Pembukaan Jalur Kereta Api Manado Makassar yang nantinya akan bekerjasama dengan pemerintah Rusia, serta akan dibukanya beberapa penerbangan langsung dari Manado ke Goang Zhou China, serta Tokyo Jepang dalam waktu dekat. Kehadiran para perwakilan tetap negara-negara ASEAN ini akan semakin memperkenalkan Sulawesi Utara sebagai daerah yang sangat potensial di Indonesia.